Latar Wingking Wadah Perkumpulan Para Komunitas dan Wisata Jadul Menjanjikan

Latar Wingking selain jadi wadah perkumpulan para komunitas di Cirebon juga sering menyelenggarakan wisata jadul yang sangat menjanjikan

Latar Wingking Wadah Perkumpulan Para Komunitas dan Wisata Jadul Menjanjikan
Salah satu kegiatan wisata kuliner jadul yang dilakukan Latar Wingking di Kabupaten Cirebon.



INILAHKORAN, Cirebon - Nama Latar Wingking awalnya hanyalah sebagai tempat untuk berkumpul beberapa komunitas di Kabupaten Cirebon.

Nama Latar Wingking diambil dari bahasa Cirebon yang artinya Latar adalah halaman, dan Wingking artinya sama dengan belakang. Jadi Latar Wingking artinya Halaman Belakang.

Jamhuri ketua Laskar alas Caruban menjelaskan, Latar Wingking saat ini menjadi perkumpulan semua komunitas. Mereka berasal dari komunitas lingkungan pecinta alam, komunitas komik serta beberapa komunitas lainnya. Pada waktu-waktu tertentu selalu ada saja kegiatan yang dilakukan. 

"Ini sebagai sarana penghubung sesama kawan-kawan komunitas. Kami juga rutin setiap hari Selasa atau dua minggu sekali melakukan kegiatan," ungkapnya.

Jamhuri menjelaskan, Laskar Wingking mempunyai kegiatan rutin, yaitu ngaji sejarah. Kegiatan tersebut dilakukan pada malam hari, dan diisi dengan kajian sejarah sejarah cirebon dan sejarah pada umumnya. Selain itu, disediakan juga berbagai macam jajanan jadul yang sudah berlangsung sekitar 3 bulanan lalu.

Baca Juga: Susah Cari Solusi Masalah? Berikut Cara Menyikapinya! Ustadz Hanan Attaki: Supaya Allah Bantu

"Kalau ada teman-teman komunitas yang ingin berjualan jajanan tempo dulu, silahkan saja. Tapi karena memang temanya jaman dulu, jajan yang dijual harus jajanan jaman dahulu," jelasnya.

Selain itu, tempatnya menyediakan tempat belajar anak-anak sekolah yang kembali menggali potensi permainan tradisional. Latar Wingking menyediakan permainan congklak dan permainan bambu. Saat ini tempatnya banyak dikunjungi anak-anak TK dan SD. Namun beberapa waktu lalu, sempat juga didatangi anak TK dari luar wilayah.

"Tempatnya baru kami buka satu tahun lalu. Kalau program selanjutnya sudah kami susun, hanya saja belum terealisasi karena sarananya masih terbatas," ucapnya.

Jamhuri menambahkan, digelarnya berbagai macam acara dialam terbuka, memang keinginan semua anggota komunitas. Tujuannya saat ini masih seputar kegiatan masyarakat sekitar. Dirinya berharap, kedepan generasi muda lebih banyak lagi belajar sejarah masa lalu, dan tidak melupakan makanan serta permainan tradisional.

Baca Juga: Jelang Arema vs Persib, Carlos Fortes dalam Sorotan Robert Alberts

"Kalau generasi muda mau belajar sejarah masala lalu, silahkan datang kesini. Kita diskusikan berasama sama. Kami punya kawan kawan komunitas yang sudah senior dibidangnya. Mari kita sama sama melestarikan budaya kita," tukasnya.

Pantauan dilokasi Latar Wingking memang cukup ramai. Pedagang yang ada menjual aneka permainan dan makanan jadul yang cukup unik. Ada yang menjual mainan anak anak berupa kapal laut otok otok serta makanan jadul seperti es tape, rujak cur, geblog, krupuk sambel, getuk, sate Aci, serabi dan ketan bakar tradisional.
Antusias pengunjung pun semakin ramai, apalagi menjelang siang hari.(Maman Suharman)

 


Editor : inilahkoran