Layanan Rawat Jalan Sore dan Persalinan 24 Jam Diresmikan, Dinkes Cimahi: Angka Kematian Ibu Hanya 1 Kasus Tahun Ini
Setelah resmi diluncurkan, Layanan Rawat Jalan Sore di Puskesmas Cimahi Utara dan Cipageran serta penguatan Persalinan 24 Jam di Puskesmas Cipageran terus menjadi sorotan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Setelah resmi diluncurkan, Layanan Rawat Jalan Sore di Puskesmas Cimahi Utara dan Cipageran serta penguatan Persalinan 24 Jam di Puskesmas Cipageran terus menjadi sorotan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi Mulyati mengatakan, kedua program ini bukan hanya jawaban kebutuhan masyarakat, tetapi juga strategi untuk mengatasi tantangan dari BPJS Kesehatan dan meningkatkan fungsi Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama.
"Jadi, Layanan Rawat Jalan Sore beroperasi setiap Senin hingga Sabtu pukul 15.00–20.00, dirancang khusus untuk warga yang tidak dapat mengakses layanan pada pagi hari karena pekerjaan, kuliah, atau usaha," kata Mulyati, Senin 1 Desember 2025.
Meski begitu, ungkap Mulyati, program ini juga memiliki tujuan lebih luas, yakni menangani beban peningkatan peserta BPJS yang membuat antrean di pagi hari semakin padat.
"Pembukaan layanan sore adalah langkah cerdas untuk memastikan Puskesmas berjalan optimal," katanya.
"Tidak hanya memudahkan warga sibuk, tapi juga membagi beban pelayanan sehingga kualitas tidak menurun akibat kepadatan antrean," sambungnya.
Mulyati menuturkan, salah satu pencapaian terbesar dari penguatan layanan kesehatan adalah penurunan angka kematian ibu.
"Tahun sebelumnya, Kota Cimahi mencatat tujuh kasus kematian ibu. Namun, hingga 1 Desember 2025, angka tersebut berhasil ditekan menjadi hanya satu kasus," tuturnya.
Menurutnya, hal ini prestasi yang dipandang sebagai dampak dari perbaikan layanan persalinan, termasuk penguatan siaga 24 jam di Puskesmas Cipageran.
"Layanan persalinan 24 jam sangat krusial untuk menyelamatkan nyawa ibu dan bayi, terutama dalam kondisi darurat," jelasnya.
Pihaknya juga menargetkan tidak ada lagi kasus kematian ibu dan bayi di Kota Cimahi pada tahun mendatang.
"Mudah-mudahan tahun depan, angka kematian ibu dan bayi di Puskesmas kita benar-benar nol," ucapnya.
Mulyati menyebut, peresmian kedua layanan ini dianggap sebagai bukti komitmen Pemkot Cimahi dalam menyediakan layanan kesehatan yang inklusif, mudah diakses, dan terjangkau bagi seluruh warga.
Tak cuma itu, pemerintah berencana untuk memperluas program Rawat Jalan Sore secara bertahap ke Puskesmas lain di tahun mendatang, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak orang.
"Tujuan kita adalah membuat kualitas pelayanan kesehatan di Cimahi semakin baik dan dapat dijangkau oleh semua kalangan," ujarnya.
Editor : Doni Ramdhani

