Lebih Dari 10 Ribu Pelaku UMKM Jawa Barat Terima Manfaat Program UMKM Juara

Program UMKM Juara besutan Pemprov Jabar yang diluncurkan 2019 lalu, telah memberikan manfaat pada 10.000 lebih pelaku UMKM yang tersebar di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.

Lebih Dari 10 Ribu Pelaku UMKM Jawa Barat Terima Manfaat Program UMKM Juara
Program UMKM Juara besutan Pemprov Jabar yang diluncurkan 2019 lalu, telah memberikan manfaat pada 10.000 lebih pelaku UMKM yang tersebar di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.

INILAHKORAN, Bandung- Program UMKM Juara besutan Pemprov Jabar yang diluncurkan 2019 lalu, telah memberikan manfaat pada 10.000 lebih pelaku UMKM yang tersebar di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.

UMKM Juara merupakan salah satu program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat melalui Dinkuk Jabar dalam rangka identifikasi, fasilitasi, penguatan, dan pengembangan produk UMKM. 

"Sejak 2019 sampai sekarang itu sudah 10.000 lebih jumlah pelaku UMKM yang menerima program ini," ujar Sekretaris Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (Dinkuk) Jawa Barat Tatang Suryana, Selasa 11 Juli 2023.

Tatang menyampaikan seusai target di RPJMD, pada tahun pertama atau 2019 terdapat 2.500 pelaku UMKM yang mendapatkan manfaat program ini. Di tahun 2020 terdapat 3.000 pelaku UMKM.

Sedangkan di tahun 2021 ada 3.500 dan tahun 2021 sebanyak 4.000 pelaku UMKM.  "Sekarang (2023) sebanyak 4500. karena banyak yang berminat jadi melebihi dari yang ditargetkan," katanya.

Untuk tingkat usaha mikro, dia menyampaikan ada 7,31 persen yang mampu naik kelas pada tahun 2020. Sedangkan di tahun 2021 ada 13,8 persen dan 2022 di angka 15,3 persen yang naik kelas. 

"Sebetulnya kewenangan provinsi ini di (tingkat) usaha kecil tapi sesuai dengan Undang-undang Otda kita memberikan fasilltas juga pada teman teman mikro untuk kerjsama MoU dengan kabupaten kota. Kemudian kami di dinas tidaklanjuti dengan kerjasama dengan kabid juga kadis yang membidangi UMKM Koperasi se-Jawa Barat," paparnya. 

Sedangkan di tingkat usaha kecil, pihaknya mencatat ada sekitar 5,6 persen yang naik kelas pada 2020. Tahun 2021 sebanyak 6,5 persen dan 2022 ada 8,3 persen. 

Melalui program ini, Tatang melanjutkan, pihaknya mengiring para pelaku UMKM agar dapat melebarkan sayap menempuh pasar ekspor. 

"Dari sisi kelembangaan kita arahkan koperasi karena kebanyakan yang melakukan ekspor itu koperasi jadi supaya omsetnya lebih meningkat. Lalu diberikan juga pendampingan membentuk badan hukum baik itu PT maupun juga CV," katanya.

Pada prinsipnya, dia mengatakan, Program UMKM Juara ini menitik beratkan pada pendampingan. Di mana sebelumnya para pelaku UMKM ini telah terseleksi dan mendapatkan pelatihan di level Kabupaten Kota.

Saat ini pihaknya menggandeng 177 pendamping terbagi dari 25 koordinator dan sisanya melakukan pendampingan di lapangan. Satu orang pendamping yang rata-rata pelaku usaha ini bertugas mendampingi 10 penerima manfaat program UMKM Juara

"Pendamping ini datang on the spot ke pelaku UMKM-nya. Mereka ini sudah mendapatkan sertifikasi, karena kita setiap tahun juga melakukan sertifikasi dibantu oleh Kemenko Perekonomian," katanya.

Melalui UMKM Jabar Juara Pemprov Jabar juga berkomitmen mengawinkan pelaku UMKM dengan offtaker maupun buyer. Tidak hanya di dalam negeri, beberapa di antaranya telah sukses memasarkan produknya ke luar negeri. 

"Ada salah satu UMKM, produknya dorokdok atau kerupuk kulit itu sudah ekspor ke Korea. Selain itu ada juga tempe ekspor ke Jepang," katanya. 

Menurut dia, pencapaian merambah pasar ekspor ini tak terlepas dari peran pendamping yang dilibatkan oleh Pemprov Jabar melalui Dinkuk Jabar. 

Selain itu, sejumlah OPD lainnya pun terlibat seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disindag) Jawa Barat juga Dinas Perkebunan (Disbun) Jawa Barat.

"Seperti pelatih teman-teman dengan produk kopi itu mendapatkan pelatihan dari Indag dan dinas perkebunan," katanya.

Menurut Tatang, kian luas pasar yang ditempuh oleh peserta Program UMKM Juara maka sisi pemodalan pun menjadi bagian yang mesti digenjot. Begitu pula terkait bahan baku yang memang menjadi kendala sejumlah pelaku UMKM. 

Oleh sebab itu, pihaknya bekerjasama dengan sejumlah koperasi maupun investor. Termasuk dengan bank bjb yang sejauh ini telah mendukung penuh khususnya dalam peluncuran program UMKM Juara di kabupaten kota. "Koperasi ini bahkan ada yang memberikan pembiayaan hingga Rp500 juta," pungkasnya.***(Rianto Nurdiansyah)


Editor : Ghiok Riswoto