Lebih Murah 10-15 Persen, 4.565 Pelaku Usaha Ayam Petelur di Jabar Pasok Telur SPPG
Kini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengembangkan program Endog Jabar Go Global (EGG). Ribuan peternak ayam petelur pun dilibatka
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengembangkan program Endog Jabar Go Global (EGG). Ribuan peternak ayam petelur pun dilibatkan.
Kepala OJK Jabar Darwisman mengatakan, program EGG tersebut melibatkan 4.565 pelaku usaha ternak ayam petelur, baik perorangan maupun perseroan, terutama di 21 sentra peternakan ayam petelur di Jabar.
Dia menjelaskan, pendekatan closed loop menjadi bagian penting dalam implementasi program EGG.
"Program EGG kami arahkan untuk memastikan akses keuangan berjalan beriringan dengan kepastian pasar, pendampingan, dan penguatan rantai nilai. Dengan demikian, produktivitas dan skala usaha peternak dapat terus berkembang," ujar Darwisman, belum lama ini.
Dia menuturkan, selain memperluas akses pembiayaan, program EGG itu pun menghubungkan peternak ayam petelur dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memperkuat kepastian pasar dan mendukung penyediaan telur bagi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jabar.
"Kemitraan ini diproyeksikan menghasilkan efisiensi anggaran sekitar Rp4,23 triliun per tahun melalui penyediaan telur dengan harga sekitar 10 sampai 15 persen lebih rendah dibandingkan harga pasar," ujarnya.
Melalui program EGG, OJK dan Pemprov Jabar terus memperkuat sinergi sektor jasa keuangan dan sektor riil dalam mengembangkan komoditas unggulan daerah. Pengembangan ekosistem yang mengintegrasikan pembiayaan, produksi, pendampingan, dan akses pasar diarahkan untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan peternak sekaligus menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian Jabar.
Keberhasilan program EGG selanjutnya akan tercermin tidak hanya dari peningkatan akses pembiayaan, tetapi juga dari peningkatan produktivitas usaha, penguatan rantai pasok, perluasan akses pasar, serta peningkatan pendapatan peternak.
Melalui kolaborasi yang konkret dan berkelanjutan, OJK bersama Pemprov Jabar dan seluruh pemangku kepentingan berkomitmen mengembangkan komoditas ayam petelur sebagai bagian dari penguatan ekonomi produktif Jabar yang inklusif, berdaya saing, dan memberikan nilai tambah.
Sementara itu, Sekda Jabar Herman Suryatman menyambut baik kolaborasi OJK dalam pengembangan komoditas ayam petelur sebagai bagian dari penguatan ekonomi produktif daerah.
"Kami berharap pengembangan komoditas ayam petelur tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi terus dikawal dan dikembangkan secara berkelanjutan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan peternak," ujar Herman Suryatman.
Program EGG menghubungkan peternak dengan pembiayaan, produksi dengan pasar, serta pelaku usaha dengan offtaker. Pendekatan tersebut diarahkan untuk memperkuat rantai nilai komoditas ayam petelur dari hulu hingga hilir.
Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengembangkan potensi ekonomi daerah.
"Pembangunan ekonomi daerah membutuhkan sinergi antara pemerintah, industri jasa keuangan, dunia usaha, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya. Melalui kolaborasi yang kuat, potensi komoditas unggulan Jawa Barat dapat terus dikembangkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," ujar Dian.
Program tersebut diproyeksikan membuka akses pembiayaan perbankan sekitar Rp456,5 miliar untuk mendukung pengembangan usaha dan peningkatan pendapatan peternak.
Dian menambahkan, pembiayaan perlu berjalan bersama dukungan lain agar memberikan dampak nyata bagi pelaku usaha.
Editor : Doni Ramdhani

