Ledakan Mudik Lebaran 2026, 25,6 Juta Warga Jabar Diprediksi Bergerak, Mobil Pribadi
Gelombang mudik Lebaran 2026 diperkirakan kembali memicu pergerakan manusia dalam skala besar di Jabar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Gelombang mudik Lebaran 2026 diperkirakan kembali memicu pergerakan manusia dalam skala besar di Jabar.
Jabar sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia diproyeksikan menjadi salah satu pusat mobilitas masyarakat menjelang mudik Lebaran 2026.
Data Dinas Perhubungan (Dishub) Jabar menunjukkan, potensi perjalanan selama masa angkutan mudik Lebaran 2026 mencapai sekitar 25,6 juta orang. Angka tersebut setara dengan sekitar 51 persen dari total penduduk Jawa Barat yang diperkirakan mencapai 50,75 juta jiwa pada 2025.
Kepala Dishub Jabar Dhani Gumelar mengatakan, besarnya mobilitas tersebut hampir seluruhnya didorong tradisi mudik pulang kampung yang setiap tahun menjadi momen penting bagi masyarakat.
"Mayoritas perjalanan masyarakat memang untuk mudik. Dari total perjalanan yang diperkirakan terjadi di Jawa Barat, sekitar 96,7 persen atau sekitar 24,86 juta orang melakukan perjalanan untuk pulang kampung," ujar Dhani, Jumat 6 Maret 2026.
Sementara itu, aktivitas perjalanan untuk kepentingan lain hanya menempati porsi kecil. Sekitar 500 ribu orang atau 1,93 persen diperkirakan melakukan perjalanan wisata. Kemudian sekitar 290 ribu orang atau 1,11 persen melakukan silaturahmi tanpa pulang kampung. Selebihnya merupakan perjalanan untuk pekerjaan dan keperluan lainnya.
Skala mobilitas masyarakat Jabar juga berpengaruh besar terhadap peta mudik nasional. Dari estimasi 143,9 juta orang yang akan melakukan perjalanan selama Lebaran 2026 di seluruh Indonesia, Jawa Barat menjadi daerah penyumbang pemudik terbesar.
"Jabar menjadi daerah asal pemudik terbesar secara nasional dengan porsi sekitar 21,52 persen atau sekitar 30,97 juta orang," ucapnya.
Tingginya kontribusi tersebut mencerminkan posisi strategis Jabar sebagai wilayah urban yang terhubung langsung dengan berbagai pusat ekonomi nasional, sekaligus memiliki jumlah penduduk yang sangat besar.
Analisis Dishub Jabar juga menunjukkan arus keluar dari provinsi ini selama masa mudik diperkirakan mencapai sekitar 30,97 juta orang. Sementara arus kedatangan ke Jawa Barat diprediksi mencapai sekitar 25,09 juta orang.
Pergerakan mudik Lebaran 2026 dari Jabar tidak merata, melainkan terkonsentrasi di beberapa wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi.
Kabupaten Bogor diperkirakan menjadi penyumbang pemudik terbesar dengan sekitar 4,2 juta orang atau sekitar 16 persen dari total pelaku perjalanan di provinsi ini.
Setelah itu disusul Kabupaten Bekasi dengan sekitar 2,1 juta pemudik dan Kota Bandung yang diperkirakan menyumbang sekitar 2 juta orang.
Kabupaten Karawang dan Kota Bekasi masing-masing diprediksi menyumbang sekitar 1,9 juta pemudik, sementara Kabupaten Bandung sekitar 1,8 juta orang.
Sisi lain, sejumlah daerah di Jabar diperkirakan akan dipadati arus kedatangan pemudik. Kabupaten Garut diprediksi menjadi tujuan paling ramai dengan estimasi sekitar 2,94 juta orang.
Kabupaten Bandung diperkirakan menerima sekitar 2,39 juta pemudik, disusul Kabupaten Tasikmalaya sekitar 1,9 juta orang.
Kota Bandung juga menjadi tujuan favorit dengan potensi kedatangan sekitar 1,68 juta orang, sementara Kabupaten Cirebon diperkirakan menerima sekitar 1,65 juta pemudik.
Dominasi kendaraan pribadi masih menjadi ciri utama perjalanan mudik masyarakat Indonesia. Secara nasional, sekitar 76,24 juta orang diperkirakan menggunakan mobil pribadi sebagai moda transportasi.
Sepeda motor juga tetap menjadi pilihan besar dengan estimasi sekitar 24,08 juta pengguna.
Selain itu, bus diperkirakan mengangkut sekitar 23,34 juta penumpang. Sementara moda transportasi lain seperti kapal penyeberangan diproyeksikan melayani sekitar 6,4 juta orang dan pesawat sekitar 4,98 juta penumpang.
Dengan tingginya penggunaan kendaraan pribadi, sejumlah jalur utama di Pulau Jawa diperkirakan mengalami lonjakan volume kendaraan.
Untuk pengguna mobil, jalur lintas Jawa Tengah diprediksi dilalui sekitar 6,48 juta orang. Jalur Pantura diperkirakan dilalui sekitar 5,72 juta orang, sedangkan jalur lintas selatan Jawa sekitar 3,81 juta orang.
Selain itu, jalur Bogor-Puncak-Cianjur diperkirakan dilalui sekitar 991 ribu orang dan jalur Ciawi-Sukabumi sekitar 762 ribu orang.
Sementara bagi pengguna sepeda motor, jalan arteri diperkirakan menjadi jalur paling ramai dengan sekitar 6,07 juta orang.
Jalur Pantura diperkirakan dilalui sekitar 5,23 juta pengendara motor. Selain itu, jalur Bogor-Puncak-Cianjur diperkirakan dilalui sekitar 1,45 juta orang, jalur lintas selatan Jawa sekitar 1,38 juta orang, lintas tengah Jawa sekitar 770 ribu orang, serta jalur Ciawi-Sukabumi sekitar 564 ribu orang.
Editor : Doni Ramdhani


