Ledia Hanifa: Pendidikan Masih Jadi Fokus Utama Komisi X DPR RI
Anggota Komisi X DPR RI dari Dapil Jabar I Ledia Hanifa mengungkapkan, pendidikan masih menjadi fokus utama pada saat ini.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Anggota Komisi X DPR RI dari Dapil Jabar I Ledia Hanifa mengungkapkan, pendidikan masih menjadi fokus utama pada saat ini.
Salah satunya merevisi Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional, yang akan dilebur dengan Undang-undang Pendidikan Tinggi, serta UU Guru dan Dosen.
"Karena ada beberapa isu yang cukup banyak, yang harus kita perbaiki terkait dengan bagaimana pengelolaan pendidikan dasar dan menengah, kemudian pendidikan tinggi," ujar Ledia di Kota Bandung, Rabu 18 Desember 2024.
Selain itu, perlindungan terhadap dosen dan guru, kesejahteraan, standar dan perkembangan teknologi juga banyak memberi perubahan, dimana perlu dilakukan penyesuaian.
"Termasuk di dalamnya ada tata kelola perguruan tinggi, terus kemudian juga bagaimana kita memaksa anak-anak Indonesia untuk bisa dapat pendidikan yang lebih baik, bagaimana pendidikan di Indonesia bisa merata dan berkualitas. Itu jadi bagian yang jadi concern Komisi X," ucapnya.
Lalu, seiring terjadinya perubahan nomenklatur kementerian yang kini dipecah menjadi tiga juga harus ditindaklanjuti.
Lantaran menyangkut terkait alokasi porsi anggaran dari APBN, untuk tiga kementerian pecahan dari Kemendikbudristek tersebut.
"Jadi bagian yang menurut kami menjadi hal yang penting untuk dibicarakan, juga tentang anggarannya," kata Ledia.
Utamanya alokasi anggaran untuk masyarakat tidak mampu, supaya bisa merampungkan kewajiban belajarnya selama sembilan tahun.
"Juga di sisi pendidikan, sarana-prasarana pendidikan. Kami ingin agar bisa melakukan kolaborasi dengan pemerintah daerah, provinsi maupun kabupaten/kota agar semua kewenangan yang dimiliki itu dan kewajibannya bisa dipenuhi," imbuhnya.
Sehingga anggaran 20 persen dari APBN dan APBD dapat memenuhi kebutuhan, dalam mencerdaskan anak bangsa di pendidikan.
"Kemudian berkaitan dengan hal lain, yaitu kepemudaan. Kepemudaan kita tahu bahwa makin kesini generasinya makin berbeda. Tetapi sayang, kami masih mendorong supaya di Kementerian Pemuda dan Olahraga awarenessnya menjadikan pemuda itu sebagai pengarusutamaan di dalam pembangunan," ungkapnya. ***
Editor : JakaPermana

