Lewat Inovasi Pendidikan Karakter, Ridwan Kamil Pastikan Jabar Siap Hadapi Tantangan Masa Depan
Gubernur Jabar Ridwan Kamil memastikan Jabar relatif siap mengantisipasi tantangan masa depan melalui pengembangan inovasi pendidikan karakter.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Gubernur Jabar Ridwan Kamil memastikan Jabar relatif siap mengantisipasi tantangan masa depan melalui pengembangan inovasi pendidikan karakter.
Menurut Ridwan Kamil, kini sejumlah inovasi pendidikan karakter telah dilakukan di Jabar sesuai dengan tantangan yang dihadapi. Termasuk, terkait korupsi dan radikalisme.
Ridwan Kamil mengungkapkan, saat memiliki tantangan korupsi pihaknya mengedukasi melalui kurikulum antikorupsi di sejumlah sekolah sebaai inovasi pendidikan karakter. Untuk itu, bihaknya bersinergi dengan Kejaksaan Tinggi Jabar.
"Jadi, Insyaallah benteng-benteng tantangan masa depan terkait inovasi pendidikan karakter, Jabar sudah siap," ujar Ridwan Kamil di Gedung Sate, Rabu 17 Agustus 2022.
Selain tantangan korupsi, pihaknya pun menginisiasi kurikulum antiradikalisme. Hal ini pula sebagai upaya memastikan generasi ke depan agar siap untuk menghadapi tantangan.
"Dengan kurikulum antiradikalisme, sifatnya kreatif dan tidak selalu berbentuk dalam kelas," katanya.
Ridwan Kamil menambahkan, deteksi radikalisme juga telah dilakukan melalu program Sekoper Cinta. Termasuk ketika hadir tantangan karakter, di mana pihaknya menginisiasi program Jabar Masagi.
Diketahui, Jabar Masagi merupakan pendidikan karakter yang berdasar pada pendidikan budi pekerti yang berdampak pada kehidupan sosial serta mengandung keluhuran nilai-nilai kearifan lokal.
"Tinggal di lapangan kita praktekan kita edukasi oleh media juga agar negeri ini tidak ribut urusan dapurnya," katanya.
Menurut dia, ada yang lebih penting daripada ribut mengenai urusan dapur. Mengingat saat ini ada sejumlah disrupsi yang dihadapi, baik itu disrupsi digital, global warming dan pascapandemi Covid-19.
"Kita fokus membangun visi misi ke depan dengan guncangan pemanasan global, guncangan digital, guncangan ekonomi harus seperti apa," pungkasnya.*** (rianto nurdiansyah)
Editor : Doni Ramdhani

