Limbah Sumpit Terbakar di Tamansari Tasikmalaya, Api Sempat Merambat ke Lahan Kering

Tumpukan limbah sumpit dan lahan kering di area Pabrik Sumpit, Kampung Manglid, RT 005/008, Kel Setiamulya, Kec Tamansari, Kota Tasikmalaya terbakar, dini hari.

Limbah Sumpit Terbakar di Tamansari Tasikmalaya, Api Sempat Merambat ke Lahan Kering
Kobaran api saat membakar Tumpukan limbah sumpit dan lahan kering di Kota Tasikmalaya. (istimewa)

INILAHKORAN.ID - Tumpukan limbah sumpit dan lahan kering di area Pabrik Sumpit, Kampung Manglid, RT 005/008, Kelurahan Setiamulya, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, terbakar pada Rabu (16/9/2026) dini hari.

Kebakaran diperkirakan terjadi sekitar pukul 00.30 WIB. Api terlihat cukup besar dan mulai merambat ke lahan kering di sekitar area pembuangan limbah. Kondisi tersebut dikhawatirkan membuat api meluas hingga mendekati bangunan pabrik.

Koordinator Lapangan Damkar Kota Tasikmalaya, Hendrik Setiana, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 00.45 WIB. Regu 3 kemudian berangkat dua menit setelah menerima laporan dan tiba di lokasi sekitar pukul 01.00 WIB.

“Berdasarkan keterangan pelapor, saat sedang berjaga terlihat api yang cukup besar di area buangan limbah dan mulai merambat ke lahan sekitar,” ujar Hendrik, Rabu (16/9/2026).

Petugas mulai melakukan pemadaman pada pukul 01.01 WIB menggunakan dua unit fire truck, yakni Fire Truck 04 dan Fire Truck 03, serta satu unit Water Supply BPBD Kota Tasikmalaya.

Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 01.40 WIB. Petugas kemudian melakukan proses pendinginan hingga dinyatakan selesai sekitar pukul 02.10 WIB.

Area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 200 meter persegi. Kebakaran meliputi area depan, belakang, sisi kiri dan kanan dari lokasi tumpukan limbah. Dari hasil penanganan awal, penyebab kebakaran masih berupa dugaan sementara, yakni kelalaian dalam pembakaran di area sekitar.

Tidak ada keterangan mengenai korban dalam laporan penanganan kebakaran tersebut. Petugas Regu 3 Damkar Kota Tasikmalaya selanjutnya melakukan penanganan dan pendinginan sesuai standar operasional prosedur untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.


Editor : Doni Ramdhani