Mahasiswa PBL Kesmas UNSIL Bentuk Bank Sampah untuk Atasi ISPA

Mahasiswa Program Praktek Belajar Lapangan (PBL) Kesehatan Masyarakat Universitas Siliwangi (UNSIL) Tasikmalaya meluncurkan Bank Sampah.

Mahasiswa PBL Kesmas UNSIL Bentuk Bank Sampah untuk Atasi ISPA

INILAHKORAN, Banjar – Mahasiswa Program Praktek Belajar Lapangan (PBL) Kesehatan Masyarakat Universitas Siliwangi (UNSIL) Tasikmalaya meluncurkan Bank Sampah Teratai di Dusun Cigadung, Desa Karyamukti, Kota Banjar, Jawa Barat, pada Rabu (23/01/2025).

Program ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (Ispa) yang disebabkan oleh pembakaran sampah secara terbuka.

Bank Sampah Teratai merupakan hasil inisiatif Kelompok 11 PBL setelah menganalisis permasalahan lingkungan di RW 04, Dusun Cigadung, pada Juli 2024. Mahasiswa menemukan bahwa pembakaran sampah menjadi salah satu penyebab utama pencemaran udara dan risiko Ispa bagi masyarakat setempat.

Pembentukan Bank Sampah Teratai melalui tahapan yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari diskusi dengan pemerintah desa, Puskesmas, hingga Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjar. Mahasiswa juga mempelajari pengelolaan bank sampah yang telah berjalan sebelumnya.

Selain itu, mahasiswa PBL mengadakan musyawarah bersama Kepala Desa, Kepala Dusun, Ketua RW, Ketua RT, dan kader setempat untuk membentuk tim pengurus. Sosialisasi kepada masyarakat dilakukan melalui pertemuan di tingkat RT, seperti pengajian dan forum warga, guna memberikan edukasi tentang pentingnya pengelolaan sampah.

Acara peresmian Bank Sampah Teratai dihadiri oleh sejumlah pihak, termasuk perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjar, Kecamatan Pataruman, Bank Sampah Induk Kota Banjar, Kepala Desa, serta dosen pembimbing lapangan.

Dalam sambutannya, Riana Pramuji, salah satu mahasiswa PBL, menyampaikan harapannya agar program ini berdampak positif bagi kesehatan masyarakat RW 04 dan terus berkembang.

“Jika kita melihat sampah sebagai masalah, maka dengan kreativitas, sampah bisa menjadi sumber penghasilan,” kata salah seorang dosen pembimbing lapangan.

Kepala Desa Karyamukti juga menyatakan dukungan penuh terhadap program ini. “Kami siap memfasilitasi apa yang dibutuhkan. Mahasiswa telah memberikan arahan yang jelas, termasuk mendatangkan Bank Sampah Induk (BSI) untuk membantu pengelolaan dari awal hingga akhir,” ujarnya.

Sebagai bagian dari ceremonial launching, dilakukan penandatanganan Surat Keputusan (SK), Memorandum of Understanding (MoU), dan komitmen bersama untuk memastikan program ini berjalan secara berkelanjutan. Selain itu, pengurus Bank Sampah Teratai juga mendapat pembinaan tentang tata kelola bank sampah.

Melalui Bank Sampah Teratai, masyarakat Dusun Cigadung diharapkan dapat hidup lebih sehat dengan lingkungan yang bersih dan bebas dari asap pembakaran sampah. Program ini juga menjadi langkah konkret untuk mengubah sampah menjadi sumber penghasilan yang bermanfaat bagi masyarakat.


Editor : tantan