Mahasiswi Bawa Kabur Uang Arisan, Merupakan Mahasiswi Unisba

Mahasiswi yang viral karena membawa kabur uang arisan, diketahui merupakan mahasiswi dari Universitas Islam Bandung (Unisba), dengan inisial JZF.

Mahasiswi Bawa Kabur Uang Arisan, Merupakan Mahasiswi Unisba
Mahasiswi yang viral karena membawa kabur uang arisan, diketahui merupakan mahasiswi dari Universitas Islam Bandung (Unisba), dengan inisial JZF./ilustrasi

INILAHKORAN, Bandung - Mahasiswi yang viral karena membawa kabur uang Arisan, diketahui merupakan mahasiswi dari Universitas Islam Bandung (Unisba), dengan inisial JZF.

Pihak civitas pun membenarkan jika JZF, diduga melakukan penipuan berkedok Arisan bodong adalah mahasiswi aktif di kampusnya.

Untuk tindak lanjutnya, Rektor Unisba, Edi Setiadi, mengatakan pihak kampus sudah berupaya memediasi korban dan pelaku.

"Kami pun tidak tinggal diam karena sebagian korban juga mahasiswa kami dan pelaku juga mahasiswa kami, tentu kami harus melakukan upaya-upaya salah satunya mediasi," kata dia ketika ditemui di Rektorat Unisba, pada Sabtu (4/11/2023).

JZF pun diketahui sudah sepakat untuk mengembalikan kerugian yang diderita korban. Dari mediasi yang dilakukan pula, terungkap fakta bahwa total kerugian tak mencapai angka Rp 1,9 miliar. Sebagian dana yang telah disetor peserta Arisan sudah dikembalikan oleh pelaku.

"Menurut investigasi kami, itu nilai tak mencapai angka miliaran ya karena mungkin sebagian sudah diberikan kepada peserta," ucap dia.

Diberitakan sebelumnya, Mahasiswi di bandung, berinisial JZF diduga menjadi pelaku penipuan berkedok Arisan bodong. Kabarnya, mahasiswa itu menipu para korban, dengan total kerugian mencapai miliaran rupiah. Kasus itu pun ramai dibicarakan di media sosial.

Salah seorang korban berinisial RMI (20) mengatakan pelaku mempromosikan Arisan itu melalui akun media sosial pribadinya. RMI kemudian tergiur untuk mengikuti ajakan pelaku karena mengenal dan menilai pelaku sebagai sosok yang amanah.

"Kita awalnya dari percaya gitu karena kenal orangnya, jadi kayak keluarga dia juga backgroundnya agamis, jadi gak mungkin nipu, kita mikirnya gitu awalnya," kata dia ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Jumat (3/11/2023).

Dirinya mencoba ikut Arisan, dengan menyetorkan uang sebesar Rp 2 juta rupiah, pada Juni kemarin. Dari setoran itu, ia mendapat keuntungan dari setoran awalnya itu senilai Rp 250 ribu pada bulan Juli 2023.

Dikarenakan tergiur mendapat keuntungan dari setoran awal, RMI kembali menyetorkan sejumlah uang kepada pelaku. Jika ditotalkan, uang yang telah disetorkan pada pelaku senilai Rp 8 juta.

"Misalnya kalau Rp 2 juta dapetnya Rp 2.250.000 lebihnya tuh. Jadi udah dalam bentuk nominal. Jadi semakin gede nominal maka semakin lumayan juga," ucap dia.

Namun, tiba-tiba RMI tak lagi mendapat keuntungan dari uang yang telah disetorkannya. Pelaku pun sudah jarang terlihat di kampus. Dari informasi yang diterimanya, ada sekitar 120 korban dari berbagai kalangan turut jadi korban Arisan bodong yang diadakan pelaku. Total kerugian yang diderita mencapai angka Rp 1,9 miliar.

"120 (orang) kurang lebih (korbannya). Rp 1,9 miliar," papar dia.

Kini, menurut RMI, beberapa korban sudah melaporkan kasus itu ke aparat kepolisian. Sementara itu, hingga kini, wartawan belum menerima keterangan resmi dari aparat kepolisian mengenai kasus itu.

"Sekarang mulai lapor di Polsek sama Polrestabes, itu mulai ada beberapa yang diterima dan ada yang masih mengurus. Mulai ngelaporin masing-masing, gak digabung," kata dia.***(Caesar Yudistira)


Editor : JakaPermana