Pemprov Jabar Bakal Lakukan Pembangunan di Kabupaten/Kota dengan Sistem Arisan

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menuturkan, skema arisan ini dilakukan agar persoalan di kabupaten/kota tuntas seluruhnya secara satu persatu. Tidak lagi seperti dulu, alokasi anggaran dibagi merata ke kabupaten/kota.

Pemprov Jabar Bakal Lakukan Pembangunan di Kabupaten/Kota dengan Sistem Arisan
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi

INILAHKORAN, Bandung - Pemerintah Provinsi jawa barat terhitung 2026 bakal melakukan pembangunan di kabupaten/kota dengan sistem arisan.

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menuturkan, skema arisan ini dilakukan agar persoalan di kabupaten/kota tuntas seluruhnya secara satu persatu. Tidak lagi seperti dulu, alokasi anggaran dibagi merata ke kabupaten/kota.

"Ya jadi begini, konsep pembangunannya dibuat arisan. Jadi kalau dulu kan anggarannya kecil-kecil. Saya disatukan. Saya menyelesaikan masalah satu-satu," ujar Dedi dikutip Minggu 23 November 2025.

Contohnya kata Dedi, masalah di Kabupaten Bogor. Setelah persoalan jalan tambang di Parung Panjang selesai tahun depan, pihaknya akan menyelesaikan masalah kemacetan di Puncak.

"Kita kan enggak mau terus-terusan itu aja ceritanya enggak berubah. Maka harus dibangun jalan Puncak II," ucapnya.

Selesai urusan di Kabupaten Bogor, Pemprov Jabar kata dia juga akan menyelesaikan masalah kemacetan di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.

"Kan dari dulu enggak ada solusi. Maka solusinya adalah kita bebasin lahan. Kemudian pihak swasta membangun. Tapi asetnya tetap menjadi aset provinsi," katanya.

Dia berharap, dengan skema ini diharapkan masalah kemacetan lalu lintas di kabupaten/kota yang ada di Jabar dapat segera terselesaikan.

"Saya ingin mengakhiri cerita-cerita kemacetan itu. Apalagi kalau dihitung, mereka kan memberikan sumbangsih terhadap pendapatan daerah. Pajaknya kan tinggi dari wilayah-wilayah itu," tandasnya. (Yuliantono)


Editor : Ahmad Sayuti