MANTAP Jiwa..Audrey Atlet Menembak Asal Baleendah Kabupaten Bandung Harumkan Jabar di PON XX Papua dengan Raih

Audrey Zahra Dyanisa (17) atlet asal Kabupaten Bandung yang bergabung sebagai kontingen Kota Bogor berhasil meraih medali emas di PON Papua

MANTAP Jiwa..Audrey Atlet Menembak Asal Baleendah Kabupaten Bandung Harumkan Jabar di PON XX Papua dengan Raih
Audrey Zahra Dyanisa (17) atlet menembak asal Kabupaten Bandung peraih emas di PON XX Papua

INILAHKORAN,Bandung,- Mantap jiwa, prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet menembak asal Kabupaten Audrey Zahra Dyanisa (17).

Remaja asal Kampung Sadangsari Kelurahan Andir, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung ini berhasil membawa nama harum bagi Jawa Barat dengan menyumbangkan medali emas.

Audrey Zahra Dyanisa berhasil menyabet medali emas cabang olahraga menembak kelas Individu 10 meter dan kelas beregu.

Capaian tersebut tentu tidak hanya membuat seluruh warga Jabar bangga, terlebih kedua orang tua Audrey Zahra Dyanisa.

Seperti diungkapkan sang ayah, Aipda Haradea. Sebagai orang tua Haradea mengaku sangat bangga dengan prestasi sang anak.

Baca Juga: Kembali Digelar, Kompetisi KBDA 2021 Jaring Inovator Industri Properti Komersial

Haradea pun mengaku tak henti-hentinya mengucap rasa syukur kepada Allah SWT atas capaian buah hatinya tersebut.

Terlebih menurut Haradea, PON XX Papua merupakan pengalaman pertama bagi Audrey berhadapan dengan lawan-lawannya yang merupakan para atlet pelatnas unggulan.

Meski sebenarnya, Audey yang masih duduk di kelas 3 SMAN 1 Baleendah itu telah banyak meraih medali emas diberbagai even kejuaraan nasional.

"Alhamdulilah kami sekeluarga sangat bersyukur, Audrey bisa meraih medali emas. Kami sangat bersyukur dia mentalnya bagus dan bisa berprestasi, karena kalau lihat lawan-lawannya semua atlet unggulan pelatnas yah," kata Aipda Haradea, Rabu 6 Oktober 2021.

Haradea yang juga Babinkamtibmas di Kelurahan Jelekong Polsek Baleendah itu, anak gadisnya ini sejak SMP sudah menekuni olahraga menembak. Sejak dulu, berbagai kejuaraan nasional hingga internasional pernah diikutinya dan meraih medali.

Baca Juga: Tuding Teroris Hanya Dijadikan Komoditas, Fadli Zon Sarankan Densus 88 Dibubarkan

"Sebenarnya sejak dia SD itu dia saya ajarkan olahraga voley ball. Sampai awal masuk SMP masih ikut ekstrakulikuler voley ball. Dia ngomong mau ganti olahraga. Saat itu saya coba-coba bawa ke teman saya yang biasa latihan menembak di Cimahi. Ternyata dia menyukainya dan memperlihatkan kemajuan yang bagus," ujarnya.

Saat itu, kata Haradea, meski baru berlatih sekitar tiga bulan, namun Audrey mampu mengalahkan para atlet yang telah bertahun-tahun latihan.

Itu ditunjukannya saat seleksi untuk suatu kejuaraan yang digelar di Kalimantan Timur, dia terpilih mewakili Jawa Barat.

Dari sana, sederet prestasi terus ditorehkan oleh Audrey, dan salah satu kejuaraan internasional yang paling berkesan yang diikutinya adalah Wold Cup di New Delhi India.

Dimana Audrey bersama regunya berhasil meraih juara tiga beregu.

Baca Juga: PNS Ini Ngaku Pernah Setor Duit Rp10 Juta ke Anak Aa Umbara Supaya Bisa Dimutasi

"Ada yang bilang kepandaian Audrey menembak ini turunan dari almarhum kakeknya pelatih menembak di AURI. Tapi saya rasa sih karena ketekunan dan kerja kerasnya, karena kakeknya itu tidak sempat melatih cucunya," ujar Haradea.

"Karena sudah meninggal saat Audrey usia sekitar lima tahun nan. Dari semua kejuaraan yang dia ikuti yang paling berkesan itu yah di New Delhi itu, kata pelatih dari Perbakin selama ini belum pernah ada yang juara, masuk final saja enggak pernah, jadi itu tonggak sejarah bagi Perbakin juga," imbuhnya.

Audrey ini, lanjut Haradea, tentu tak hanya menjadi kebanggaan keluarganya saja. Tapi juga kebanggan semua orang yang mengenalnya. Diantaranya adalah kawan-kawan dan juga almamaternya SMPN Baleendah. Bahkan, Humas dan Wakil Kepala Sekolah SMPN 1 Baleendah, selalu menanyakan perkembangan anaknya itu.

Baca Juga: Foto: Penggunaan Aplikasi PeduliLindungi di Pasar Tradisional

"Pimpinan saya juga pak Kapolsek Baleendah, turut senang dan bangga. Melihat anak dari bawahannya bisa mengharumkan nama Jawa Barat di tingkat Nasional. Namun di PON Papua ini Anak saya itu memang mewakili Kota Bogor, saat itu kami pamit atau mengundurkan diri baik-baik kepada KONI Kabupaten Bandung. Alasan kepindahaan ke Kota Bogor ada beberapa hal yang tidak bisa saya ceritakan yah," katanya.

Haradea menjelaskan, saat ini Audrey masih berada di Papua. Karena memang masih ada tiga pertandingan lagi yang akan diikutinya. Yakni kelas mix atau ganda campuran, kelas 50 meter dan kelas duduk, berdiri dan tiarap. Dari ketiga kelas itu, Ketua KONI Kota Bogor menargetkan medali emas, perak dan perunggu. Jadi soal kepulangannya ke Baleendah, Haradea mengaku belum tahu pasti.

"Pokoknya 15 hari disana, mungkin sekitar minggu kedua bulan ini pulangnya. Untuk mengobati rasa rindu, saya dan istri setiap hari komunikasi video call. Setiap hari kami doakan, dan dia setiap hari selalu membaca hafalan surat-surat Alquran serta tidak pernah lepas solat tahajudnya," katanya.***(Rd Dani R Nugraha).


Editor : inilahkoran