Marahi ASN Kementrian PUPR, Yusfitriadi : Mensos Tri Rismaharini Tidak Proporsional
Pakar politik Yusfitriadi menilai Mensos Tri Rismaharini tidak proporsional saat memarahi ASN Kementrian PUPR kala melihat tanggul jebol
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Pengamat politik dan kebijakan publik Yusfitriadi menilai Menteri Sosial Tri Rismaharini tidak proporsional dalam sistem tata kelola pemerintahan.
Hal itu dikatakan, Yusfitriadi menanggapi kunjungan Menteri Sosial Tri Rismaharini Jumat 18 Februari 2022 bersama Bupati Bogor Ade Yasin, saat meninjau jebolnya tanggul di RT 04 RW 22, Vila Nusa Indah II, Desa Bojong Kulur, Gunung Putri, Kabupaten Bogor yang marah-marah kepada aparatur sipil negara (ASN) Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPU-PR)
"Mengelola tata kelola negara itu ada sistem hingga tidak bisa Menteri SosialTri Rismaharini langsung memarahi anak buah Menteri PU-PR, apalagi 'menghakimi' bagaimana cara penanganan tanggul yang jebol. Saya melihat Tri Rismaharini tidak proporsional dalam sistem tata kelola pemerintahan, tidak konstruktif dan bahkan solutif," kata Yusfitruadi kepada wartawan, Selasa, 22 Februari 2022.
Baca Juga: Ditemani Atta Halilintar, Aurel Hermansyah Bawa Tasbih Saat Melahirkan Anak Pertamanya
Ia menambahkan, harusnya ketika ada saran dan masukan terhadap tanggul yang jebol, Tri Rismaharini atau Risma berbicara langsung dengan Dirtjen Sumber Daya Air atau Menteri PU-PR. Sehingga tidak membuat bingung masyarakat di sekitar lokasi tanggul yang jebol.
"Bu Risma kalau marah-marah sama anak buahnya boleh saja karena itu Tupoksinya, tetapi kalau bukan kepada anak buahnya, maka ia bisa berbicara dengan pucuk pimpinan kementerian terkait. Hak itu karena saya yakin, ASN Dirtjen SDA akan menurut perintah Menteri PU-PR karena ia memaksakan diri melaksanakan perintah Risma, maka ia menyalahi aturan," tambahnya.
Diwawancarai terpisah, Bupati Bogor Ade Yasin mengaku telah mendapatkan saran dan masukan dari Menteri Sosial Risma, ia mengaku akan mencoba melaksanakan pembangunan parit, penanaman tumbuhan vetiver.
Baca Juga: Selain Hukuman Mati, JPU Juga Meminta Restitusi Dibayar Herry Wirawan Dalam Ajuan Bandingnya
"Jumat pekan kemarin, Bu Risma memberikan saran dan masukan hingga kami InsyaAllah akan melaksanakan. Saran tersebut ialah mengeruk Sungai Cileungsi, menaruh lumpurnya di pinggir dan menanam tanaman vetiver. Ia yakin, bahwa dengan mengerasnya tanah dan tumbuhnya tanaman vetiver, kekuatan menahan luapan air sungai bisa lebih baik dari tanggul," ucap Ade Yasin.
Politisi PPP ini menambahkan kegiatan mengeruk Sungai Cileungsi, menaruh lumpurnya di pinggir dan menanam tanaman vetiver akan dilakukan secara bergotong-royong.
"Bersama warga yang dipimpin oleh Kepala Desa Bojong Kulur, pemerintah akan bergotong royong atau kerja bakti dalam melakukan pengerukan Sungai Cileungsi, menaruh lumpurnya di pinggir dan menanam tanaman vetiver diatas lumpur tersebut," tambahnya. (Reza Zurifwan)
Editor : inilahkoran


