Marak Kasus Cuci Darah pada Anak, Bey Machmudin Imbau Orangtua Jangan Biasakan Beri Minuman Manis
Seiring dengan maraknya kasus cuci darah pada anak, Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin mengimbau kepada orangtua untuk jangan membiasakan memberi minuman manis kemasan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Seiring dengan maraknya kasus cuci darah pada anak, Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin mengimbau kepada orangtua untuk jangan membiasakan memberi minuman manis kemasan.
Bey Machmudin mengatakan, berdasarkan informasi dari Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin kasus cuci darah pada anak dilakukan karena terjadi kerusakam ginjal yang telah masuk stadium IV.
Bey Machmudin menegaskan, dalam kasus cuci darah pada anak itu ada tiga tahap sebelumnya yang akhirnya memperparah organ ginjal anak, sampai akhirnya harus menjalani terapi cuci darah.
Dia mengajak kepada orangtua untuk sebisa mungkin mengawasi dan tidak memberikan minuman manis kemasan karena mengandung gula sangat tinggi, yang dapat merusak fungsi ginjal.
"Ada tahapan yang harusnya bisa kita antisipasi dan kami akan berkoordinasi dengan seluruh Puskesmas melalui Kepala Dinas Kesehatan (Vini Adiani Dewi) untuk melakukan koordinasi. Harus ada pengecekan dan edukasi," ujarnya usai Rapat Paripurna di DPRD Jabar, Kota Bandung, Senin 29 Juli 2024.
Dia juga berharap, untuk lebih dibiasakan minum air putih guna meringankan beban organ ginjal dalam menyaring asupan masuk ke dalam tubuh.
"Jadi paling sehat air putih. Jadi jangan mudah sekali memberi minuman yang dijual bebas itu. Jangan terlalu sering juga dibelikan. Gulanya tinggi sekali," ucapnya.
Mengenai adanya kasus cuci darah anak di Jabar, Bey Machmudin mengakui hingga kini belum ada informasi lebih lanjut. Kendati demikian, dia telah meminta Dinas Kesehatan untuk segera melakukan mitigasi, mencegah adanya kasus serupa di Jawa Barat.
"Belum tapi di Jabar sampaikan ke Dinas Kesehatan, pengobatan. Preventif jauh lebih penting. Sebetulnya ada tahapan sebelum cuci darah itu yang bisa kita lakukan. Tapi pertama edukasi kepada masyarakat. Tentang bahaya minuman manis. Kedua meminta kepada seluruh Puskesmas segera lakukan cek gula darah," terangnya.
Sebelumnya, viral di media sosial banyak anak yang menjalani terapi cuci darah di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, dimana 60 anak harus menjalani dialisis secara rutin dan 30 diantaranya melakukan hemodialisis.
Editor : Doni Ramdhani
