Masyarakat Parungpanjang Bersatu Unjuk Rasa, Asep Wahyuwijaya Tuding Ridwan Kamil Gagal Tuntaskan Janji Kampanye
Masyarakat Kecamatan Parungpanjang bersatu melakukan aksi unjuk rasa yang disebabkan buruknya kondisi Jalan Sudamanik dan sekitarnya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Masyarakat Kecamatan Parungpanjang bersatu melakukan aksi unjuk rasa yang disebabkan buruknya kondisi Jalan Sudamanik dan sekitarnya.
Selain itu, mereka juga menilai Pemkab Bogor dan Pemprov Jabar tidak konsisten dalam menangani sengkarut laku lintas truk tambang yang berseliweran di atas jalan, yang kewenangannya ada di Pemprov Jawa Barat.
Wakil Ketua DPW Partai Nasdem Jabar Asep Wahyuwijaya pun menuturkan, mantan Gubernur Jabar Ridwan Kamil telah gagal dalam menuntaskan janji kampanyenya.
"Sejak awal, saya sudah menduga kuat bahwa Ridwan Kamil pasti tak akan sanggup menunaikan apa yang pernah diucapkannya kepada warga Parungpanjang saat kampanye Pilgub Jabar lalu. Kenapa? karena memang pengetahuannya saat dia berjanji pada waktu kampanye tak sampai pada akar persoalannya. Apa itu? pembiaran pada persoalan di hulunya," tutur Asep Wahyuwijaya kepada wartawan, Senin 20 November 2023.
Asep Wahyuwijaya menerangkan, sudah jelas banyak tambang liar atau ilegal yang terus menerus menggali tanah, batu dan sumber daya mineral lainnya, tapi tak ada langkah kongkrit yang menuntaskan persoalan itu.
"Saat saya minta Satpol PP Pemprov Jabar bergerak dan berkordinasi dengan Polda Jawa Barat pun, mereka berargumen tidak ada anggarannya. Saat saya dorong anggarannya, pihak eksekutif yang diwakili Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) tetap juga tidak mengucurkan anggarannya. Ketika dalam satu kesempatan saya menyampaikan kepada Dishub Jawa Barat gar mereka tegas dalam mengawal aturan main jam operasional truk tambang di jalan milik Pemprov Jawa Barat mereka pun berdalihnya macam-macam," terangnya.
Asep Wahyuwijaya menuturkan, Ridwan Kamil dan jajarannya pada saat itu memang harus diakui, setengah hati ngurusin jalan khusus tambang di Parungpanjang.
"Lalu, bagaimana dengan nasib mau buat jalan khusus tambang yang mengundang pihak swasta dan BUMD Jabar itu? Saya pastikan Ridwan Kamil hanya akan cukup hadir dalam seremoni dan selebrasinya saja. Tidak ada urusan dengan substansi penyelesaiannya. Kenapa? Karena membangun jalan khusus tambang ini bukan seperti membangun alun-alun yang bisa jadi tak menarik bagi penikmat sosial media," tutur Kang AW.
Ia menjelaskan masyarakat Parungpanjang sudah memahami bahwa urusan jalan rusak di wilayahnya itu kewenangannya ada di Pemprov Jawa Barat dan bukan di Pemkab Bogor.
"Jika Camat Parungpanjang emosional, saya memahaminya barangkali ia pun sesungguhnya merasa frustasi atas apa yang harus dihadapinya, karenanya dia pun mengajak agar warga Parungpanjang bersatu untuk menuntaskan persoalannya" jelasnya.*** (reza zurifwan)
Editor : Doni Ramdhani


