Meksiko vs Inggris: Tragedi Tangan Tuhan Hantui Tim Tiga Singa
Inggris meladeni Meksiko di Stadion Azteca dimana mereka pernah melakoni sebuah tragedi kelam yang dikenang sebagai gol tangan tuhan Maradona.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID- Inggris meladeni Meksiko dalam babak 32 Besar Piala Dunia 2026 dengan sebuah trauma panjang akan tragedi gol tangan tuhan Maradona di Stadion Azteca, 1986 silam.
Di tempat yang sama, Inggris akan meladeni Meksiko yang sejauh ini tampil begitu gemilang dengan dukungan penuh para suporter.
Duel Inggris kontra tuan rumah Meksiko berlangsung di Stadion Azteca, Senin (6/7/2026) pukul 07.00 WIB disiarkan langsung RCTI Sport.
Kenangan publik Inggris kembali ke tragedi kelam 40 tahun lalu, tepatnya 22 Juni 1986 dimana Tim Tiga Singa meladeni Argentina yang diperkuat Maradona dalam laga perempatfinal.
Inggris secara kontroversial tersingkir lewat sebuah gol yang kelak dikenang sebagai lesakan 'tangan tuhan' Maradona.
Dalam skor imbang 0-0 di babak kedua, Maradona berhasil membelokkan bola di udara dengan tangannya mendahului pergerakan kiper Inggris, Peter Shilton.
Para pemain Inggris melakukan protes keras tetapi kiper asal Tunisia Ali Bin Nasser tidak menganulir gol tersebut lantaran merasa Maradona tidak menggunakan tangan untuk membelokkan bola.
Maradona dengan dingin menyebut gol tersebut terlahir berkat kepintarannya. Dia melontarkan statement ikonik yakni "sedikit dengan kepala Maradona dan sedikit dengan tangan tuhan"
Setelah empat tahun berlalu, Inggris akan kembali ke Azteca untuk membayar lunas sebuah tragedi kelam meski dengan lawan yang berbeda.
Manajer Inggris, Thomas Tuchel yakin betul Tim Tiga Singa akan mendapatkan bayaran setimpal berupa kemenangan melawan tuan rumah Meksiko.
"Ya, itu akan memberi kita imbalan. Kita akan mendapatkannya kembali. Ini karma. Karma akan kembali kepada kita. Kita akan membalikkannya," ujar Thomas Tuchel dikutip dari ESPN UK.
Inggris lolos ke 16 besar setelah menundukkan RD Kongo 2-1 berkat dua gol Harry Kane. Kapten The Three Lions itu kini telah mengoleksi lima gol di turnamen dan kembali menjadi tumpuan utama Inggris di fase gugur.
Penantian Panjang

Di sisi lain, Meksiko bertekad mengakhiri penantian 40 tahun untuk kembali menembus perempat final Piala Dunia. Mereka datang dengan modal kuat setelah menyapu bersih empat laga pertamanya tanpa kebobolan, termasuk kemenangan 2-0 atas Ekuador pada babak 32 besar.
Dukungan publik tuan rumah serta kondisi Mexico City yang berada di ketinggian sekitar 2.200 meter akan menjadi ujian fisik sekaligus mental bagi Inggris.
Meksiko di bawah asuhan Javier Aguirre tidak hanya mengandalkan atmosfer kandang. El Tri juga menunjukkan keseimbangan permainan lewat lini depan yang produktif dan pertahanan yang solid.
Julian Quinones menjadi salah satu ancaman utama setelah mencetak gol dalam tiga dari empat pertandingan Meksiko di turnamen ini. Di belakang, kiper Raul Rangel juga mencatatkan empat clean sheet beruntun yang membuat Meksiko belum sekalipun kebobolan.
Secara sejarah pertemuan, Inggris lebih unggul atas Meksiko. Kedua tim baru sekali bertemu di Piala Dunia, yakni pada fase grup 1966 ketika Inggris menang 2-0 di Wembley dan kemudian menjadi juara dunia.
Namun, laga kali ini menghadirkan konteks berbeda. Meksiko bermain di depan publik sendiri dan memiliki rekor kuat di Mexico City Stadium, sementara Inggris harus menjaga ketenangan menghadapi tekanan tuan rumah, cuaca, serta atmosfer stadion.
Pertandingan diperkirakan berjalan ketat. Meksiko kemungkinan akan mencoba menekan sejak awal untuk memanfaatkan energi penonton dan adaptasi Inggris terhadap kondisi lapangan, sedangkan Inggris perlu bermain lebih sabar agar tidak kehilangan struktur permainan. ***
Editor : Bsafaat

