Lebih dari 2.000 Penerbangan Inggris Batal, NATS Bantah Ada Serangan Siber

Lebih dari 2.000 penerbangan Inggris dibatalkan akibat gangguan teknis NATS. Pimpinan NATS menegaskan serangan siber bukan penyebab insiden.

Lebih dari 2.000 Penerbangan Inggris Batal, NATS Bantah Ada Serangan Siber
ilustrasi/net

INILAHKORAN.ID-Pimpinan penyedia layanan pengendalian lalu lintas udara utama Inggris, National Air Traffic Services (NATS), membantah dugaan serangan siber menjadi penyebab gangguan teknis yang memicu kekacauan penerbangan dan pembatalan lebih dari 2.000 penerbangan.

Kepala Eksekutif NATS Martin Rolfe menyampaikan permintaan maaf kepada para penumpang atas gangguan yang terjadi pada Selasa dan Rabu (9/9). Gangguan tersebut menyebabkan jadwal penerbangan terganggu dan berdampak pada puluhan ribu penumpang.

Dalam wawancara dengan BBC, Rolfe mengatakan NATS akan melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk mengetahui penyebab gangguan. Namun, ia menegaskan bahwa serangan siber bukan penyebab insiden tersebut.

“Sistem kini telah beroperasi secara normal,” kata Rolfe. Meski demikian, ia mengakui masih terjadi penumpukan besar pada jadwal penerbangan dan penumpang akibat gangguan sebelumnya.

Ketika ditanya apakah insiden tersebut menunjukkan bahwa sistem NATS tidak memadai untuk menjalankan fungsinya, Rolfe membantah anggapan tersebut.

“Menurut saya tidak demikian,” ujarnya.

Menteri Transportasi Inggris Panggil Kepala NATS

Di tengah kekacauan penerbangan tersebut, Menteri Transportasi Inggris Heidi Alexander dilaporkan telah memanggil Rolfe untuk menghadiri pertemuan dan memberikan penjelasan mengenai gangguan sistem NATS.

BBC melaporkan Alexander juga diperkirakan akan menyampaikan kepada anggota parlemen bahwa serangan siber secara tegas bukan merupakan penyebab kerusakan sistem.

Pernyataan tersebut disampaikan ketika pemerintah Inggris berupaya memastikan penyebab gangguan dan langkah yang diperlukan untuk mencegah kejadian serupa kembali mengganggu layanan penerbangan.

Lebih dari 2.000 penerbangan Dibatalkan

Dampak gangguan NATS terlihat dari tingginya jumlah penerbangan yang dibatalkan.

Perusahaan analisis penerbangan Cirium mencatat sekitar 1.750 penerbangan dibatalkan pada Selasa. Gangguan tersebut berdampak terhadap puluhan ribu penumpang.

Sementara itu, sedikitnya 291 penerbangan lainnya dibatalkan pada Rabu, berdasarkan laporan Cirium pada Rabu siang.

Dengan demikian, total pembatalan penerbangan yang tercatat dalam dua hari tersebut mencapai lebih dari 2.000 penerbangan.

Sebelumnya, surat kabar The Telegraph melaporkan adanya kerusakan pada peralatan di kantor pusat NATS yang berada di Swanwick, dekat Southampton.

NATS menyatakan sistem telah kembali beroperasi normal. Namun, pemulihan jadwal penerbangan diperkirakan tetap membutuhkan waktu karena dampak gangguan menyebabkan penumpukan penerbangan dan penumpang.***


Editor : JakaPermana