Membangun Perisai di Garis Depan Pedesaan

Membangun Perisai di Garis Depan Pedesaan
PENGUATAN: Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang memperkuat langkah pencegahan pekerja migran nonprosedural dan perdagangan orang.INILAH/NILA KUSUMA

INILAH, Karawang- Di balik ketenangan suasana pedesaan di Karawang, ancaman Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) diam-diam masih mengintai warga.

Menyadari bahaya yang kerap berujung pilu ini, Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang resmi menggandeng enam desa untuk bergerak bersama melindungi warganya, Rabu (16/9).

Kerja sama yang dikukuhkan lewat penandatanganan komitmen Desa Binaan Imigrasi (DBI) ini melibatkan Desa Cikarang, Cilamaya, Cikalong, Rawa Gempol Kulon, Rawa Gempol Wetan, dan Desa Citeko.

Langkah ini bukan sekadar urusan birokrasi, melainkan sebuah gerakan penyelamatan dari akar rumput.

Plt Kepala Kantor Imigrasi Karawang, Iman Teguh Adianto, menekankan bahwa garis pertahanan pertama bagi warga sebenarnya berada di tangan para perangkat desa.

Sebagai sosok yang berinteraksi langsung dengan masyarakat, merekalah yang paling paham dinamika dan kondisi sosial warganya.

“Karena sudah mengenal lingkungannya, perangkat desa akan jauh lebih mudah membaca gelagat aneh jika ada potensi TPPO,” ujar Iman.

Iman berharap, kepekaan ini bisa menjadi perisai kuat sebelum warga telanjur menjadi korban sindikat ilegal.

Selama ini, kasus TPPO marak terjadi di pelosok desa salah satunya karena kurangnya kepedulian atau ketidaktahuan.

Tak sedikit perangkat desa yang baru menyadari warganya berangkat ke luar negeri setelah masalah besar menimpa mereka di perantauan.

Melalui kolaborasi ini, Iman mengetuk hati para kepala desa dan jajarannya untuk lebih aktif mengawasi warganya, terutama mereka yang berencana mengadu nasib ke negeri orang.

“Kami mengetuk kepedulian setiap perangkat desa. Tolong pastikan betul ke mana warga Anda akan bekerja. Periksa kembali, apakah izin dan prosedurnya sudah benar dan aman,” pintanya.

Melalui program Desa Binaan Imigrasi ini, Imigrasi Karawang berkomitmen untuk terus turun ke desa-desa memberikan edukasi dan meningkatkan literasi keimigrasian.

Harapannya, tidak ada lagi warga yang terjebak rayuan manis calo tak bertanggung jawab.

“Saya ingin wawasan perangkat desa kita bertambah. Dengan sinergi yang kuat, kita bisa bersama-sama mengantisipasi ancaman TPPO demi melindungi masa depan masyarakat kita,” tutup Iman.

(nila kusuma/bsf)


Editor : Inilahkoran