Limbah Diolah Energi Bertambah
SAMPAH yang menumpuk di Galuga akan menemukan jalan baru. Bukan berakhir sebagai limbah, melainkan diubah menjadi energi listrik.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh : Reza Zurifwan
Tumpukan sampah yang selama ini identik dengan persoalan lingkungan perlahan diarahkan menuju wajah baru.
Bukan lagi sekadar sesuatu yang harus dibuang, tetapi bahan baku yang bisa diolah menjadi energi.
Gagasan itu mulai diwujudkan di Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Pemerintah Kabupaten Bogor menandatangani kesepakatan kerja sama dengan PT Weiming Nusantara Bogor New Energy untuk membangun Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste-to-Energy.
Penandatanganan berlangsung di Hotel Nawana Sentul, Babakan Madang, Rabu (16/9). Sehari setelah kesepakatan diteken, pembangunan fasilitas tersebut dijadwalkan dimulai melalui peletakan batu pertama.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan pembangunan PSEL menjadi salah satu cita-cita pemerintah daerah dalam menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern.
“Alhamdulillah, hari ini terjadi penandatanganan kerja sama, besok akan dilakukan ground breaking atau peletakan batu pertama PSEL di Galuga, Cibungbulang,” ujar Rudy kepada wartawan, Rabu (16/9).
Pembangunan fasilitas tersebut membutuhkan investasi sekitar 160 juta dolar AS. Proses pembangunan ditargetkan berlangsung hingga kuartal kedua 2028.
Setelah beroperasi, fasilitas PSEL tersebut ditargetkan mampu menghasilkan energi listrik sekitar 20 hingga 40 megawatt per hari dari pengolahan sampah.
Bagi Rudy, proyek tersebut menjadi bagian dari perjalanan yang telah direncanakan sejak ia bersama Jaro Ade dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bogor pada 20 Februari 2025.
“Pembangunan PSEL adalah cita-cita kami dalam pengelolaan sampah secara modern di Kabupaten Bogor, dan ini menjadi yang pertama di Indonesia,” ungkapnya.
Namun, tidak semua sampah dapat begitu saja masuk ke dalam mesin pengolahan.
Ada syarat yang harus dipenuhi.
Dede Firmansyah, Supervisor Stakeholder Relation PT Weiming Nusantara Bogor New Energy, menjelaskan fasilitas tersebut akan mengolah sampah yang tergolong masih “segar”.
Sampah dengan karakter tersebut ditargetkan mencapai sekitar 2.000 ton per hari.
Setelah melalui proses pengolahan, energi yang dihasilkan kemudian akan disalurkan untuk dijual kepada PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero.
“Dengan kerja sama ini, Pemkab Bogor perannya menyediakan lahan dan tidak dikenakan tipping fee. Lalu kami selaku investor membangun instalasi PSEL dan listrik yang kami hasilkan, lalu dijual ke PLN dengan harga 20 perak per watt,” kata Dede. (gin)
Editor : Inilahkoran

