Menanti Solusi Kemacetan KBB

Menanti Solusi Kemacetan KBB
ANTISIPASI MACET: Jajaran Forkopimda KBB meninjau langsung titik kepadatan kendaraan di kawasan Kereta Cepat Whoosh Padalarang.(INILAH/AGUS SATIA NEGARA)

INILAH, Bandung - Kemacetan sudah menjadi bagian dari keseharian warga yang melintasi sejumlah ruas jalan di Kabupaten Bandung Barat.

Simpang Cimareme hingga Simpang Tol Padalarang menjadi beberapa titik yang kerap dipadati kendaraan, terutama ketika aktivitas masyarakat meningkat.

Di tengah persoalan tersebut, kehadiran transportasi publik yang terintegrasi diharapkan menjadi salah satu jalan keluar. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat pun mulai menyiapkan dukungan agar layanan Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya bisa segera beroperasi di wilayahnya.

Persiapan itu tidak hanya menyangkut dukungan anggaran, tetapi juga penyediaan infrastruktur penunjang. Dua fasilitas utama telah dipastikan, yakni depo kendaraan di kawasan Gedong Lima, Kecamatan Padalarang, serta terminal penumpang di kawasan Kota Baru Parahyangan (KBP).

Lokasi depo yang berdekatan dengan Stasiun Kereta Cepat Whoosh Padalarang dinilai strategis untuk mendukung konektivitas antarmoda transportasi. Sementara terminal di kawasan KBP disiapkan sebagai salah satu fasilitas pelayanan penumpang.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Barat Ade Zakir Hasyim menjelaskan, operasional BRT Bandung Raya akan memanfaatkan jalan arteri yang sudah tersedia. Pemerintah tidak merencanakan pembangunan jalur khusus baru untuk layanan tersebut.

“Sesuai kesepakatan, jalurnya menggunakan jalan eksisting dan tidak ada jalur khusus. Namun, di sepanjang rute akan disiapkan halte on-corridor serta marka sebagai tempat pemberhentian bus,” kata Ade, akhir pekan lalu.

Dengan skema tersebut, sejumlah halte on-corridor dan marka pemberhentian akan disiapkan di sepanjang rute. Fasilitas ini menjadi titik naik dan turun penumpang agar pelayanan bus dapat berjalan lebih tertib.

Rute yang direncanakan juga akan melintasi sejumlah kawasan yang selama ini dikenal rawan kemacetan. Simpang Cimareme dan Simpang Tol Padalarang menjadi dua titik yang diharapkan dapat terbantu dengan hadirnya alternatif transportasi massal.

Dukungan terhadap program ini sebenarnya telah dimulai sejak tahun sebelumnya. Uji coba layanan BRT Bandung Raya bahkan sudah dilakukan ketika Bey Machmudin masih menjabat Penjabat Gubernur Jawa Barat.

(agus satia negara/gin)


Editor : Inilahkoran