Menata Gerbang Menyambut Turis
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Yogo Triastopo
INILAH, Bandung - Gerbang sebuah kota tak dimulai dari pusat keramaian. Bagi banyak orang, kesan pertama justru hadir ketika roda pesawat menyentuh landasan dan mereka melangkah keluar dari bandara.
Karena itu, Pemerintah Kota Bandung tak ingin kebangkitan Bandara Husein Sastranegara hanya ditandai dengan kembali ramainya penerbangan. Yang lebih penting, menurut Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, adalah memastikan setiap penumpang merasakan Bandung sebagai kota yang siap menyambut tamunya.
"Yang paling penting adalah jangan sampai penumpang turun atau penumpang mau naik, itu merasakan bahwa Bandung belum siap. Taksi belum beres, parkir masih berantakan, jalan masih tidak rapi. Itu yang tidak boleh terjadi," kata Farhan, Kamis (30/7).
Kesiapan itu, kata Farhan, dimulai dari hal-hal mendasar. Hingga kini, Pemerintah Kota Bandung masih membenahi sejumlah ruas jalan di sekitar Bandara Husein Sastranegara agar wajah kawasan tersebut semakin tertata.
"Sampai tadi, saya masih memberikan instruksi kepada DSDABM untuk membereskan beberapa ruas jalan yang tidak rapi di seputaran Bandara Husein," ujarnya.
Farhan menuturkan, upaya menghidupkan kembali peran Bandara Husein merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Ia mengaku sejak awal berdiskusi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengenai masa depan bandara tersebut.
Salah satu momen penting, menurutnya, terjadi saat bertemu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Magelang. Dalam pertemuan itu, keduanya sepakat berbagi peran untuk memperjuangkan pengembangan Bandara Husein.
"Pak Dedi Mulyadi bilang, kamu tidak akan sendiri, sama-sama sama saya. Maka kita bagi tugas. Saya bagian bikin gimik-gimik, bapak yang bagian politik tingkat atas," ujarnya.
Menurut Farhan, komunikasi yang terjalin hingga tingkat pusat akhirnya membuka jalan bagi terbitnya Instruksi Presiden sebagai bagian dari langkah pengembangan Bandara Husein.
Namun pekerjaan belum selesai. Selain menata infrastruktur, Pemkot Bandung juga menyiapkan strategi promosi agar maskapai yang telah berinvestasi memperoleh jumlah penumpang sesuai harapan.
"Kita yang pasti akan ikut-ikut mempromosikan. Karena itu bagian dari upaya kita, agar investasi yang ditanamkan oleh berbagai macam maskapai itu tidak kemudian menjadi sesuatu yang percuma," jelasnya.
Farhan mengakui harga tiket pesawat yang masih relatif tinggi menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, tim ekonomi dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata akan merancang berbagai program promosi agar masyarakat memiliki alasan lebih untuk terbang ke Bandung. (gin)
Editor : Inilahkoran


