Menembus Batas
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
BAYANGKAN betapa lelah para penggawa Persib.Kurang dari empat hari usai taklukkan tuan rumah FC Seoul, Rabu (16/9), mereka kembali bertarung di kompetisi domestik.
Oleh : Muhammad Ginanjar
Keringat Marc Klok dan kawan-kawan sedang terkuras habis. Perjuangan mereka menembus batas-batas kewajaran.
Alih-alih bisa pulang ke Bandung untuk memeluk keluarga usai kemenangan bersejarah di Korea Selatan, mereka harus langsung terbang ke Jepara untuk menantang Persijap, Minggu (20/).
Raut khawatir tidak bisa disembunyikan dari wajah Umuh Muchtar. Di musim 2026/2027 ini, manajer legendaris Persib Bandung tersebut terus dirundung cemas yang mendalam.
Persib harus bertarung di empat kompetisi sekaligus: Super League, AFC Champions League (ACL) Two, ASEAN Club Championship (ACC) Shopee Cup, hingga League Cup.
Bagi pria yang akrab disapa Pak Haji ini, jadwal yang super padat bukan sekadar angka di atas kertas kalender, melainkan taruhan fisik dan mental anak-anak asuhnya.
Musuh terbesar Persib saat ini bukanlah strategi lawan di lapangan hijau, melainkan momok menakutkan bernama cedera akibat kelelahan.
“Yang saya khawatirkan itu cederanya itu. Tapi mudahmudahan tidak ada,” harap Umuh dengan nada getir pada Rabu (16/9).
Umuh merasa masa pemulihan kurang dari empat hari dari satu laga ke laga lainnya bukanlah perkara yang mudah dijalani para pemain.
“Pulang dari Korea, kita langsung ke Jepara. Jadi tidak pulang dulu ke Bandung.
Nah ini sangat capek, sangat lelah,” keluh Umuh.
Pak Haji menilai, di sinilah empati dari pihak regulator kompetisi sangat dibutuhkan. Mengingat Persib sedang membawa nama baik Indonesia di kancah Asia, kelonggaran jadwal satu atau dua hari tambahan seharusnya bisa menjadi penyelamat fisik para pemain.
“PSSI harusnya bisa mengatur. Kalau ada pertandingan-pertandingan cuma dua hari, kan tidak bagus juga. Apalagi kita kan membawa nama Indonesia, dan Korea itu tidak dekat,” tuturn.
Kini, di tengah kepungan jadwal yang mencekik, Umuh hanya bisa menyandarkan harapannya pada ketangguhan mental skuad Maung Bandung.
Ia berdoa agar para pemainnya mampu menjaga kondisi dengan mandiri dan tetap prima di setiap laga yang menghadang.
“Seharusnya ada jarak waktu dua hari minimal, karena keluar dari Korea itu pasti sangat lelah,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kapten Persib Marc Klok dengan tegas tak pernah kehabisan motivasi untuk terus mengukir prestasi di sepak bola Indonesia.
Apalagi saat ini, ia mencapai musim ke-10 nya berkarir di Liga Indonesia.
Pemain naturalisasi asal Belanda ini menyadari perjalanan waktunya di Indonesia berlangsung begitu cepat. Bahkan ia menyebut dirinya sebagai pemain dengan catatan menit bermain terbanyak sepanjang sejarah liga.
“Waktu berjalan cepat.
Saya melihat saya pemain dengan menit terbanyak di liga selamanya. Itu statistik yang bagus untuk dimiliki,” ujar Klok.
Meski demikian, pencapaian tersebut belum membuatnya puas.
Setelah tiga kali merasakan gelar juara Liga Indonesia bersama Persib, pemain yang beroperasi sebagai gelandang itu kini membidik trofi keempat.
“Bagi saya, tujuannya adalah terus mendorong diri dan memecahkan rekor.
Kami sudah tiga kali juara, jadi target saya adalah yang keempat,” tegasnya.
Klok juga berambisi memberikan yang terbaik bagi Persib, masyarakat, dan Kota Bandung. Baginya, gelar juara bukan sekadar pencapaian di lapangan, melainkan warisan yang akan dikenang sepanjang kariernya.
“Saya ingin melakukan yang terbaik untuk klub, masyarakat, dan kota ini.
Saya ingin membuat semua orang bahagia dan mengejar trofi juara. Saya sudah punya banyak gelar, tetapi belum cukup,” pungkasnya. (bsf )
Editor : Inilahkoran

