Mengenal K9 Polisi, Anjing Pelacak Pencari Korban Longsor Pasirlangu Bandung Barat
Kepolisian Daerah Jawa Barat menerjunkan tim K9 Ditsamapta Polda Jabar, Rabu (28/1/2026). guna mencari korban longsor Pasirlangu, Cisarua KBB
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID — Dalam upaya pencarian korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Kepolisian Daerah Jawa Barat menerjunkan tim K9 Ditsamapta Polda Jabar, Rabu (28/1/2026).
Kehadiran anjing pelacak ini menjadi salah satu unsur penting dalam membantu tim SAR gabungan menelusuri area longsoran yang sulit dijangkau alat berat.
K9 merupakan satuan khusus Polri yang menggunakan anjing terlatih untuk berbagai tugas kepolisian, mulai dari pelacakan orang hilang, pencarian korban bencana, pendeteksian bahan berbahaya, hingga pengamanan objek vital.
Dalam operasi pencarian korban longsor, kemampuan penciuman anjing K9 menjadi keunggulan utama.
anjing pelacak K9 Ditsamapta Polda Jabar bekerja dengan didampingi pawang (handler) yang telah menjalani pelatihan khusus. Mereka melakukan penyisiran di titik-titik rawan, terutama di area timbunan tanah, batu, dan puing bangunan yang diduga menjadi lokasi tertimbunnya korban.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan menjelaskan bahwa pengerahan K9 merupakan bentuk komitmen Polda Jabar dalam memberikan respons cepat dan maksimal terhadap bencana alam di wilayah Jawa Barat.
“Penggunaan K9 sangat membantu dalam mendeteksi keberadaan korban, terutama di area yang berisiko tinggi bagi personel dan sulit dijangkau alat berat. Namun demikian, keselamatan petugas tetap menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Dalam praktiknya, anjing K9 dilatih untuk mengenali aroma manusia, baik dari permukaan tanah maupun dari balik material yang menimbun.
Ketika anjing menunjukkan respons tertentu, tim SAR kemudian melakukan verifikasi dan penggalian secara hati-hati di titik tersebut.
Proses pencarian korban dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kondisi cuaca dan stabilitas tanah yang masih berpotensi mengalami longsor susulan.
Selain K9, operasi pencarian melibatkan unsur Polri, TNI, BPBD, Basarnas, relawan, serta masyarakat setempat yang terus bersinergi di lapangan.
Polda Jawa Barat juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada, mematuhi arahan petugas, dan tidak mendekati area berbahaya demi menghindari risiko keselamatan, mengingat kondisi wilayah masih rawan bencana.
Hingga hari ini, proses pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu masih terus berlangsung. ***
Editor : JakaPermana


