Operasi SAR Longsor Cisarua Ditutup Setelah 22 Hari, 20 Korban Masih Belum Ditemukan

Operasi pencarian dan pertolongan korban longsor Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, KBB ditutup Sabtu (14/2/2026).

Operasi SAR Longsor Cisarua Ditutup Setelah 22 Hari, 20 Korban Masih Belum Ditemukan
Alat berat tampak berupaya menggali longsor yang menerjang permukiman di Pasirlangu KBB. (InilahKoran/Agus Satia Negara)

INILAHKORAN.ID – Operasi pencarian dan pertolongan korban longsor Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) ditutup, Sabtu (14/2/2026). 

Penutupan ini dilaksanakan di posko Basarnas di Desa Pasirlangu dengan suasana yang penuh duka dan haru, di hadapan tim relawan gabungan dan perwakilan keluarga korban.
 
SAR Mission Coordinator (SMC), Ade Dian Permana menjelaskan, selama 22 hari pelaksanaan, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi sebanyak 101 bodypack

Dari jumlah tersebut, 83 bodypack sudah berhasil diidentifikasi. Namun, di balik keberhasilan ini, masih ada 20 jiwa yang hingga saat ini belum ditemukan dan dinyatakan hilang.
 
"Di hari ke-22 ini, operasi SAR di Cisarua resmi ditutup. Namun sampai penutupan operasi SAR ini, masih ada 20 jiwa yang belum ditemukan atau dinyatakan hilang," kata Ade Dian.
 
Ade menuturkan, perwakilan keluarga korban yang kerabatnya belum ditemukan sudah dimediasi oleh pemerintah desa dan Incident Commander (IC) terkait keputusan penutupan operasi SAR yang telah berjalan selama tiga pekan. 

"Artinya dari 20 jiwa itu, keluarga sudah dimediasi yang disampaikan kepala desa dan IC. Jadi Basarnas dibantu Pemda KBB menyampaikan fakta ini ke keluarga korban. Semoga keluarga korban bisa menerima dengan ikhlas anggota keluarga yang belum ditemukan," tuturnya.
 
Tak cuma itu, pihaknya juga turut berbelasungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga korban serta permohonan maaf apabila selama pelaksanaan operasi terdapat hal-hal yang belum sepenuhnya memenuhi harapan. 

"Kami memahami tidak ada kata yang mampu menggantikan kehilangan. Namun kami memastikan bahwa setiap upaya telah dilakukan secara maksimal," ujarnya.
 
Ade menyebut, operasi SAR ini menjadi bukti nyata semangat kemanusiaan dan kerja sama berbagai pihak dalam menghadapi bencana alam. Meski operasi resmi ditutup, harapan untuk menemukan sisa korban masih tetap ada di hati banyak orang. 

"Pemerintah dan pihak terkait juga akan terus memantau situasi dan memberikan dukungan kepada keluarga korban dalam proses pemulihan dan penanganan selanjutnya," tandasnya. ***

Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) korban longsor Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) ditutup, Sabtu (14/2/2026). 

Penutupan ini dilaksanakan di posko Basarnas di Desa Pasirlangu dengan suasana yang penuh duka dan haru, di hadapan tim relawan gabungan dan perwakilan keluarga korban.
 
SAR Mission Coordinator (SMC), Ade Dian Permana menjelaskan, selama 22 hari pelaksanaan, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi sebanyak 101 bodypack. 

Dari jumlah tersebut, 83 bodypack sudah berhasil diidentifikasi. Namun, di balik keberhasilan ini, masih ada 20 jiwa yang hingga saat ini belum ditemukan dan dinyatakan hilang.
 
"Di hari ke-22 ini, operasi SAR di Cisarua resmi ditutup. Namun sampai penutupan operasi SAR ini, masih ada 20 jiwa yang belum ditemukan atau dinyatakan hilang," kata Ade Dian.
 
Ade menuturkan, perwakilan keluarga korban yang kerabatnya belum ditemukan sudah dimediasi oleh pemerintah desa dan Incident Commander (IC) terkait keputusan penutupan operasi SAR yang telah berjalan selama tiga pekan. 

"Artinya dari 20 jiwa itu, keluarga sudah dimediasi yang disampaikan kepala desa dan IC. Jadi Basarnas dibantu Pemda KBB menyampaikan fakta ini ke keluarga korban. Semoga keluarga korban bisa menerima dengan ikhlas anggota keluarga yang belum ditemukan," tuturnya.
 
Tak cuma itu, pihaknya juga turut berbelasungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga korban serta permohonan maaf apabila selama pelaksanaan operasi terdapat hal-hal yang belum sepenuhnya memenuhi harapan. 

"Kami memahami tidak ada kata yang mampu menggantikan kehilangan. Namun kami memastikan bahwa setiap upaya telah dilakukan secara maksimal," ujarnya.
 
Ade menyebut, operasi SAR ini menjadi bukti nyata semangat kemanusiaan dan kerja sama berbagai pihak dalam menghadapi bencana alam. Meski operasi resmi ditutup, harapan untuk menemukan sisa korban masih tetap ada di hati banyak orang. 

"Pemerintah dan pihak terkait juga akan terus memantau situasi dan memberikan dukungan kepada keluarga korban dalam proses pemulihan dan penanganan selanjutnya," tandasnya. ***


Editor : Gin gin T Ginulur