Mengenal Mahkota Binokasih yang Bakal Diarak di 9 Kabupaten/Kota
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggelar karnaval budaya Milangkala Tatar Sunda “Nyuhun Buhun, Nata Nagara” yang dimulai dari Kabupaten Sumedang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggelar karnaval budaya Milangkala Tatar Sunda “Nyuhun Buhun, Nata Nagara” yang dimulai dari Kabupaten Sumedang, Sabtu (2/5/2026) dalam rangkaian peringatan Hari Tatar Sunda yang diperingati setiap 18 Mei.
Karnaval budaya ini akan mengarak Mahkota Binokasih, secara bertahap dari Sumedang hingga Cirebon, sembilan kabupaten/kota.
Mahkota Binokasih Sanghyang Pake adalah benda pusaka berupa mahkota emas, yang menjadi simbol legitimasi kekuasaan kerajaan di Tatar Sunda.
Awalnya dibuat di Kerajaan Galuh (abad ke-14), mahkota ini diserahkan ke Kerajaan Sumedang Larang sebagai pelanjut kekuasaan Pajajaran. Saat ini, mahkota aslinya tersimpan aman di Museum Prabu Geusan Ulun, Sumedang.
Mahkota Binokasih ini memiliki panjang 35 cm, lebar 25 cm dan diameter 20 cm. Beratnya sekitar 900 gram, dengan kandungan emas 78 persen dan kadar emas 18,8 karat.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar, Iendra Sofyan mengatakan, kirab budaya Milangkala Tatar Sunda, mengarak Mahkota Binokasih ini akan disertai dengan iringan kuda dan kereta kencana.
"Sumedang dipilih, karena ada Mahkota Binokasih. Nanti karnaval, menjemput dulu (diarak) baru dibawa ke sini (Kota Bandung)
Karnaval budaya Milangkala Tatar Sunda “Nyuhun Buhun, Nata Nagara” dengan mengarak Mahkota Binokasih ini lanjut dia, dimaksudkan untuk mengangkat kembali sejarah Tatar Sunda.
"Kita ingin mengangkat kembali nilai budaya Sunda, mengerat kemvali kejayaan Kerajaan Sunda sampai dengan Padjadjaran," ucapnya.
Rute kirab dilakukan di sembilan kabupaten/kota, dimulai dari Sumedang (2 Mei), kemudian bergerak ke Kawali (3 Mei) yang dikenal sebagai pusat Kerajaan Sunda Kawali. Selanjutnya menuju Kampung Naga (4 Mei), lalu ke Cianjur (5 Mei).
Perjalanan berlanjut ke Kebun Raya Bogor (6 Mei), kemudian ke Depok (8 Mei), Karawang (9 Mei), hingga mencapai Cirebon (10 Mei).
Puncak kirab akan digelar di Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat pada 16 Mei, sebelum ditutup dalam agenda “Peuting Munggaran Milangkala Tatar Sunda” di Gedung Sate pada 17 Mei.
Sebanyak 10 ribu peserta ditargetkan ambil bagian dalam karnaval yang melintasi sembilan kabupaten/kota ini. Mereka terdiri dari 580 pelaku seni, 270 tokoh adat dan budayawan, 13 kampung adat, serta 27 kepala daerah se-Jawa Barat.
Ke depan, kirab Karnaval Binokasih dipastikan menjadi agenda tahunan Pemprov Jabar, menggabungkan pelestarian sejarah, penguatan identitas budaya, sekaligus dorongan nyata bagi ekonomi daerah berbasis kearifan lokal. ***
Editor : JakaPermana

