Mengenal Manfaat Chiropractic dan Hal yang Wajib Diketahui Pasien
Profesi chiropractic atau terapi pijat tulang belakang kini makin populer. Namun, di balik berbagai klaim manfaatnya, sejauh mana metode terbukti secara medis?
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Profesi chiropractic atau terapi pijat tulang belakang kini makin populer. Namun, di balik berbagai klaim manfaatnya, sejauh mana efektivitas metode ini terbukti secara medis?
Asal-Usul dan Perkembangan Modern
Dulu, chiropractic kerap dipandang sebelah mata akibat klaim berlebihan pendirinya, DD Palmer, pada akhir abad ke-18. Kini, profesi ini telah masuk ke ranah medis modern. Mengutip dari CNA, di Amerika Serikat, chiropractic bahkan direkomendasikan dalam panduan penanganan nyeri punggung dan ditanggung oleh banyak asuransi.
Meski begitu, sebagian praktisi masih mempertahankan klaim yang dianggap keluar dari koridor ilmiah, seperti menjanjikan kesembuhan penyakit kronis atau menjual suplemen tanpa bukti medis yang jelas.
Kualifikasi dan Wewenang Chiropractor
Chiropractor bukanlah dokter medis (MD), melainkan profesional dengan pendidikan khusus empat tahun yang berfokus pada struktur tulang belakang dan teknik penyesuaian sendi (adjustment). Bunyi 'klek' yang sering terdengar saat terapi sebenarnya hanyalah pelepasan gas dari cairan sendi, bukan indikator utama keberhasilan penanganan. Selain itu, batas wewenang praktik mereka bervariasi bergantung pada regulasi wilayah, mulai dari yang membatasi fokus hanya pada area tulang belakang hingga yang mengizinkan tindakan medis ringan tertentu.
Efektivitas Berdasarkan Bukti Medis
Riset menunjukkan bahwa Efektivitas terapi chiropractic sangat bergantung pada jenis keluhan yang ditangani. Terapi ini terbukti efektif meredakan nyeri punggung bawah dengan risiko efek samping yang jauh lebih rendah dibanding obat atau injeksi. Namun, manfaatnya untuk nyeri leher masih membutuhkan penelitian lebih lanjut dan memerlukan kehati-hatian guna menghindari risiko cedera pembuluh darah yang dapat memicu strok. Sementara itu, untuk kondisi medis lain seperti asma, infeksi telinga, kolik bayi, atau diabetes, belum ada bukti ilmiah yang mendukung klaim kesembuhannya.
Tips Memilih Chiropractor yang Tepat
Agar terhindar dari praktik yang kurang aman, ada baiknya Anda selalu bersikap kritis saat memilih layanan chiropractic. Waspadai praktisi yang menjanjikan penyembuhan penyakit di luar gangguan otot dan tulang, serta hindari klinik yang langsung mewajibkan paket perawatan jangka panjang pada kunjungan pertama. Selain itu, pastikan untuk menolak penawaran suplemen berharga mahal yang disertai klaim fungsi tidak masuk akal.
Editor : Doni Ramdhani

