Menguak Borok Mafia Migas: Pemerintah Harus Berani Bertindak Tegas!

Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi, meminta pemerintah untuk mengambil langkah berani dalam memberantas mafia minyak dan gas (migas) di Indonesia.

Menguak Borok Mafia Migas: Pemerintah Harus Berani Bertindak Tegas!
Menguak Borok Mafia Migas: Pemerintah Harus Berani Bertindak Tegas!

INILAHKORAN, Bandung – Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi, meminta Pemerintah untuk mengambil langkah berani dalam memberantas mafia minyak dan gas (migas) di Indonesia.

Menurutnya, tindakan tegas harus segera diambil, terutama dengan melakukan operasi besar-besaran di tubuh PT Pertamina.

Pernyataan ini menyusul terungkapnya kasus korupsi tata kelola minyak dan produk di PT Pertamina yang menyebabkan kerugian negara hingga ratusan triliun rupiah.

Fahmy menilai, inilah momen tepat bagi Pemerintah untuk membasmi jaringan Mafia Migas yang telah lama beroperasi di industri energi nasional.

“Lakukan operasi besar-besaran di Pertamina, ganti pihak-pihak yang bersinggungan dengan Mafia Migas,” ujar Fahmy dikutip dari RRI.co.id.

Fahmy menjelaskan bahwa kasus serupa bukan pertama kali terjadi. Skema yang digunakan oleh Mafia Migas ini, menurutnya, terus berulang dengan modus yang sama, hanya saja pelakunya yang berganti.

Salah satu modus yang kerap digunakan Mafia Migas adalah menolak mengolah minyak mentah hasil kilang dalam negeri dengan berbagai alasan. Hal ini menciptakan celah bagi mereka untuk melakukan impor minyak, yang kemudian menjadi ladang subur bagi praktik korupsi.

“Lantas mengapa dengan sangat mudah alasan itu dipercaya?. Bahkan tanpa bisa dikontrol oleh holding atau komisaris,” katanya dengan nada heran.

Meski skema yang dimainkan relatif sama, Fahmy menyebut bahwa aparat penegak hukum sering kali mengalami kesulitan dalam membongkar dan menangkap jaringan Mafia Migas.

Penyebab utamanya, kata Fahmy, adalah adanya backing atau perlindungan kuat dari pihak-pihak tertentu yang mendukung keberlangsungan praktik curang ini.

“Praktik kecurangan migas ini bisa bertahan lama, karena ada backing yang sangat kuat yang melindunginya. Setelah sekarang (backingnya) tidak sakti lagi, baru bisa terbongkar,” ungkapnya.***


Editor : Yosep Saepul Ramadan