Menpora Dito Ariotedjo Serukan Suporter Timnas Lebih Santun: Jaga Nama Baik Bangsa, Hindari Sanksi FIFA

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo mengajak seluruh suporter tim nasional sepak bola Indonesia untuk lebih santun dan mengedepankan nilai-nilai budaya dalam memberikan dukungan kepada timnas.

Menpora Dito Ariotedjo Serukan Suporter Timnas Lebih Santun: Jaga Nama Baik Bangsa, Hindari Sanksi FIFA
Menpora Dito Ariotedjo Serukan Suporter Timnas Lebih Santun: Jaga Nama Baik Bangsa, Hindari Sanksi FIFA

INILAHKORAN, Bandung – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo mengajak seluruh suporter tim nasional sepak bola Indonesia untuk lebih santun dan mengedepankan nilai-nilai budaya dalam memberikan dukungan kepada Timnas.

Seruan ini disampaikan menyusul Sanksi yang dijatuhkan oleh FIFA terhadap Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) akibat perilaku diskriminatif dari sebagian pendukung saat laga Indonesia kontra Bahrain dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Dalam keterangannya kepada awak media di Jakarta, Menpora menegaskan pentingnya menjaga etika dalam mendukung Timnas agar tidak berujung pada kerugian, baik secara moral maupun finansial.

“Tetap, kita harus mengedepankan kultur asli kita yaitu kesantunan,” ujar Dito Ariotedjo kepada wartawan, menanggapi keputusan FIFA yang menjatuhkan Sanksi kepada PSSI seperti dikutip dari ANTARA.

PSSI dijatuhi denda sebesar CHF 25 ribu atau setara dengan sekitar Rp400 juta, serta hukuman pengurangan 15 persen kapasitas stadion pada pertandingan kandang selanjutnya.

Hukuman ini diberikan setelah ditemukan adanya tindakan diskriminatif oleh sejumlah penonton saat pertandingan melawan Bahrain di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Maret lalu.

Meski termasuk dalam kategori Sanksi administratif, Dito menilai bahwa Sanksi ini tetap harus menjadi bahan evaluasi serius bagi seluruh elemen pendukung sepak bola nasional.

“Itu harus menjadi evaluasi dan juga edukasi kembali,” tambah Dito.

Dito memahami bahwa tingginya euforia masyarakat dalam mendukung perjuangan Timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2026 merupakan bentuk nasionalisme yang patut diapresiasi.

Namun, ia mengingatkan bahwa dukungan harus disampaikan secara positif dan tidak mencederai semangat sportivitas.

“Jadi pastinya ini saya rasa fenomena yang baru untuk masyarakat kita dan pastinya seiring waktu akan makin dewasa,” jelasnya.

Ia juga menyebut bahwa aksi diskriminatif yang dilakukan oleh sebagian suporter kemungkinan besar dipicu oleh rasa ketidakpuasan atas keputusan wasit atau situasi saat Indonesia bermain tandang di Bahrain.

Meski begitu, ia menekankan pentingnya menahan diri dan tidak membalas ketidakadilan dengan tindakan negatif.

Menpora berharap agar insiden seperti ini tidak terulang di masa depan dan mengajak seluruh suporter untuk menunjukkan jati diri bangsa Indonesia yang terkenal ramah, sopan, dan santun.

“Jadi (kesantunan) itu yang harus kita perlihatkan agar dunia tahu bagaimana ramahnya Indonesia,” tuturnya.***


Editor : Yosep Saepul Ramadan