Mentega atau Margarin, Mana yang Lebih Sehat?

Jika harus memilih, margarin umumnya lebih baik untuk kesehatan jantung dibandingkan mentega, terutama karena kandungan lemak jenuhnya lebih rendah.

Mentega atau Margarin, Mana yang Lebih Sehat?
Mengutip dari BBC, mentega mengandung sekitar 50 persen lemak jenuh. Terlalu banyak lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL atau kolesterol jahat, yang meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. (halodoc)

INILAHKORAN.ID - Jika harus memilih, margarin umumnya lebih baik untuk kesehatan jantung dibandingkan mentega, terutama karena kandungan lemak jenuhnya lebih rendah. Namun, pilihan terbaik tetap bergantung pada jenis produk dan pola makan secara keseluruhan.

Mengutip dari BBC, mentega mengandung sekitar 50 persen lemak jenuh. Terlalu banyak lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL atau kolesterol jahat, yang meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Satu sendok teh mentega yang cukup penuh bahkan bisa mengandung sekitar 5 gram lemak jenuh.

margarin sering dibuat dari minyak yang kaya lemak tak jenuh, seperti minyak kanola, zaitun, atau bunga matahari. Beberapa produk mengandung hingga 50 persen lebih sedikit lemak jenuh dibandingkan mentega. Mengganti lemak jenuh dengan lemak tak jenuh secara konsisten terbukti membantu menurunkan kadar kolesterol LDL.

Kekhawatiran terhadap margarin biasanya berkaitan dengan statusnya sebagai makanan ultra-proses (UPF). margarin memang termasuk UPF, tetapi hal itu tidak otomatis membuatnya lebih buruk daripada mentega. margarin yang dijual saat ini juga umumnya tidak mengandung lemak trans seperti produk margarin pada masa lalu.

Karena kandungan setiap produk berbeda, periksa lemak jenuh dan garam pada label sebelum membeli. Jika ingin menurunkan berat badan, margarin dengan kandungan lemak dan kalori lebih rendah bisa menjadi pilihan. Ada pula margarin yang mengandung sterol atau stanol tumbuhan yang dapat membantu menurunkan kolesterol, meski harganya biasanya lebih mahal.

Meski begitu, bukan berarti mentega harus dihindari sepenuhnya. Sedikit mentega dalam pola makan yang sehat kemungkinan tidak menjadi masalah, terutama jika asupan lemak jenuh dari makanan lain tetap rendah.

Pada akhirnya, pola makan secara keseluruhan lebih penting daripada memilih satu jenis olesan. Jika menggunakan mentega, kuncinya adalah tidak berlebihan. Jika ingin mengurangi lemak jenuh, margarin berbahan minyak tak jenuh bisa menjadi alternatif yang lebih baik.


Editor : Doni Ramdhani