Merajut Asa lewat Jembatan

Merajut Asa lewat Jembatan
(ANTARA/HO-MEDCEN KOMINFO BANJAR)

INILAH, Banjar - Sebuah jembatan tak sekadar menghubungkan dua wilayah. Bagi warga Desa Sungai Tuan Ilir, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, kehadiran Jembatan Merah Putih membuka jalan bagi aktivitas yang selama ini terkendala akses.

Anak-anak kini memiliki akses lebih mudah menuju fasilitas pendidikan. Warga pun dapat menjalankan aktivitas ekonomi dan mengurus keperluan administrasi desa dengan lebih lancar.

Jembatan sepanjang 20 meter itu menjadi penghubung RT 01 dan RT 04 Desa Sungai Tuan Ilir sekaligus akses menuju Desa Banua Anyar. Kehadirannya diharapkan mengurangi hambatan mobilitas masyarakat antardesa.

Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha mengatakan, pembangunan jembatan tersebut merupakan hasil kolaborasi kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat. Infrastruktur itu dibangun untuk menjawab kebutuhan warga terhadap akses penghubung yang lebih layak.

Hal tersebut disampaikan Yudha saat meresmikan Jembatan Merah Putih bersama Bupati Banjar Saidi Mansyur di Desa Sungai Tuan Ilir, Kamis.

Menurut Yudha, hingga November 2026, Polda Kalimantan Selatan telah meresmikan sekitar 36 Jembatan Merah Putih di sejumlah wilayah. Pembangunan serupa juga dilakukan jajaran kepolisian resor di berbagai kabupaten dan kota.

"Infrastruktur ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat serta memperlancar aktivitas sehari-hari warga," ujarnya, seperti dikutip dari ANTARA, Kamis (5/11).

Program tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI pada Januari 2026 mengenai pentingnya pembangunan infrastruktur penghubung untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu perhatian utamanya adalah kemudahan akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah yang selama ini terkendala jembatan.

Pembangunan ke depan tidak hanya menyasar jembatan baru, tetapi juga perbaikan dan renovasi jembatan rusak. Terutama jalur penyeberangan yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan anak-anak menuju sekolah.

Bupati Banjar Saidi Mansyur mengatakan, manfaat jembatan sudah dapat dirasakan masyarakat. Selain mempermudah perjalanan anak-anak menuju fasilitas pendidikan, keberadaannya juga membantu warga mengakses pelayanan administrasi di kantor desa.

"Jembatan ini diharapkan dapat dijaga dan dipelihara dengan baik agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dalam jangka panjang," katanya.

Jembatan berkonstruksi beton dengan panjang 20 meter dan lebar 4,5 meter tersebut dibangun menggunakan dana APBD Kabupaten Banjar sebesar Rp2,8 miliar. (gin)


Editor : Inilahkoran