Ragu Berlalu

Ragu Berlalu
INILAH/ADAM HUSEIN

PELATIH Persib Bandung, Igor Tolic secara terang-terangan mengaku tak menduga timnya bisa berhasil lolos ke babak 16 besar AFC Champions League (ACL) Two 2026/2027.

Oleh : Muhammad Ginanjar

Kerja keras, kebersamaan, dan kedisiplinan para pemain perlahan mengubah keraguan menjadi pencapaian membanggakan. Persib bahkan memastikan kelolosan setelah menaklukkan Melbourne Victory FC di AAMI Park, Melbourne, Australia, Rabu (4/11).

Kemenangan tersebut menjadi yang keempat bagi Maung Bandung di Grup E. Tambahan tiga poin membuat perolehan angka Persib tidak lagi mampu dikejar para pesaingnya, meski fase penyisihan grup masih menyisakan dua pertandingan.

Bagi Igor, pencapaian ini terasa istimewa karena Persib harus menghadapi lawan-lawan dengan reputasi dan kualitas yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Sejak hasil undian grup diumumkan, FC Seoul dan Melbourne Victory lebih banyak diperhitungkan sebagai kandidat kuat untuk melaju ke babak berikutnya.

“Menurut saya, ini sepenuhnya tidak terduga. Setidaknya bagi saya, kami bekerja keras dan mencoba menciptakan lingkungan yang tepat dengan para pemain yang tepat,” ujar Igor Tolic, Kamis (5/11).

Di balik pencapaian tersebut, Igor melihat ada sesuatu yang lebih penting daripada sekadar kemampuan individu pemain. Saling menghormati, menjaga kekompakan, dan menjalani setiap pertandingan dengan kesungguhan menjadi fondasi perjalanan Persib di kompetisi Asia musim ini.

“Kami saling menghormati dan menjalani pertandingan demi pertandingan. Jadi, sejak awal kami bukanlah favorit di grup ini karena ada FC Seoul,” katanya.

Perjalanan Persib di Grup E dimulai dengan hasil positif ketika menghadapi FC Seoul. Igor mengakui kemenangan pada pertandingan pertama tersebut turut dipengaruhi keputusan klub asal Korea Selatan itu yang tidak menurunkan seluruh pemain utamanya dan memberikan kesempatan kepada sejumlah pemain muda.

Meski demikian, Persib mampu memanfaatkan kesempatan tersebut dengan baik. Gol Julio Cesar memastikan kemenangan tipis 1-0 sekaligus menjadi modal penting bagi Maung Bandung untuk menatap pertandingan berikutnya.

“Jadi, kami mendapatkan kemenangan dan itu menjadi awal yang baik,” ucapnya.

Modal tiga poin tersebut kemudian dijaga melalui konsistensi permainan. Persib tidak hanya berusaha tampil agresif, tetapi juga memperlihatkan organisasi permainan yang semakin solid, terutama ketika harus menghadapi tekanan lawan.

Igor secara khusus menyoroti kedisiplinan para pemain saat berhadapan dengan The Cong-Viettel FC dari Vietnam dan Melbourne Victory. Menurutnya, kemampuan menjaga keseimbangan antara menyerang dan bertahan menjadi salah satu alasan Persib mampu mengumpulkan poin demi poin.

Kerja kolektif itulah yang akhirnya mengantarkan Persib melewati persaingan Grup E lebih cepat dari perkiraan banyak pihak.

Kemenangan atas Melbourne Victory juga memperlihatkan bagaimana Persib mampu bermain lebih tenang ketika menghadapi pertandingan penting di kandang lawan.

Dengan posisi yang relatif aman di klasemen, Maung Bandung sebenarnya tidak harus memaksakan kemenangan. Hasil imbang sudah cukup untuk memastikan langkah mereka ke babak 16 besar.

Igor menyebut kondisi tersebut membuat timnya bisa mengontrol jalannya pertandingan dan memilih pendekatan permainan yang lebih terukur.

“Pertandingan melawan Melbourne bukan laga hidup-mati bagi kami. Kami bisa mengontrol permainan dan tidak harus menang.

Kami hanya membutuhkan hasil imbang sehingga bisa mengatur permainan dan melakukan apa yang diperlukan untuk mendapatkan kemenangan atau hasil imbang,” jelasnya.

Namun, Persib ternyata tidak puas hanya dengan mengamankan satu poin. Di tengah pertandingan, tim pelatih dan para pemain tetap berani mengambil risiko demi mendapatkan hasil maksimal.

Keputusan tersebut akhirnya berbuah manis. Persib pulang dengan kemenangan sekaligus memastikan satu tempat di babak 16 besar.

“Pada akhirnya, kami mengambil beberapa risiko dan berhasil menang,” tambahnya.

Meski sudah memastikan tiket ke fase gugur, Igor tidak ingin para pemain terlalu lama larut dalam kegembiraan. Ia menyadari perjalanan Persib di kompetisi Asia masih panjang dan tantangan berikutnya berpotensi jauh lebih berat.

Tim-tim yang lolos ke babak 16 besar tentu memiliki kualitas serta ambisi besar untuk melangkah lebih jauh. Karena itu, Persib harus kembali mempersiapkan diri jika ingin terus memberikan kejutan.

Igor pun mengingatkan bahwa status sebagai tim yang tidak diunggulkan sejak awal bukan alasan untuk berhenti bermimpi.

“Kami adalah underdog sejak awal, tetapi kualitas tim-tim lain sangat, sangat bagus. Kami tidak sabar untuk melihat apa yang akan terjadi di babak selanjutnya,” pungkasnya.

Saat ini, Persib masih kokoh di puncak klasemen Grup E dengan koleksi 12 poin dari empat pertandingan. Maung Bandung unggul enam poin atas FC Seoul yang menempati posisi kedua dengan enam poin. (bsf)


Editor : Inilahkoran