Unpad Perkuat Jejaring Akademik Internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Pertemuan antarperguruan tinggi tidak selalu harus berlangsung di ruang konferensi, di antara paparan materi dan diskusi akademik.
Di Nusa Dua, Bali, Universitas Padjadjaran (Unpad) menghadirkan cara berbeda untuk mempertemukan para peserta QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026.
Mulai dari menikmati Tari Kecak, berlatih yoga, hingga bermain padel menjadi ruang untuk membuka percakapan dan membangun persahabatan.
Rangkaian kegiatan sosial atau Social Activities yang digelar pada 4-5 November 2026 itu menjadi bagian dari upaya Unpad sebagai co-host dalam memberikan pengalaman berbeda kepada peserta dari berbagai perguruan tinggi dan institusi internasional.
Suasana kebersamaan mulai terasa dalam Kecak Gala Dinner di Balinese Theater, Ayodya Resort, Nusa Dua, Rabu (4/11). Para peserta disuguhi pertunjukan Tari Sekar Jagat dan Tari Kecak sebelum menikmati makan malam bersama.
Chief Executive Officer (CEO) Quacquarelli Symonds (QS), jajaran pimpinan Unpad, serta para peserta summit turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Transformasi Digital, Keuangan dan Pengelolaan Bisnis Unpad Prof. Dr. Maman Setiawan mengatakan, pertemuan informal seperti itu memiliki arti penting dalam membangun hubungan antarinstitusi. Percakapan sederhana dapat menjadi pintu masuk bagi kerja sama yang lebih luas.
"Perkenalan sederhana atau percakapan santai dapat menjadi awal dari persahabatan baru, pertukaran akademik, kolaborasi riset, maupun kemitraan antarinstitusi," ujarnya, seperti dikutip dari kanal resmi Unpad.
Menurut Maman, kesempatan bertemu dengan akademisi dan perwakilan berbagai institusi dari negara lain perlu dimanfaatkan untuk memperluas jejaring sekaligus membangun hubungan personal yang lebih erat.
Sebagai tuan rumah bersama, Unpad juga ingin memperkenalkan keramahan Indonesia melalui pengalaman budaya yang dapat dikenang para peserta selama berada di Bali.
Kebersamaan kemudian berlanjut pada Kamis (5/11). Kali ini, suasana konferensi berganti dengan aktivitas yang lebih santai. Para peserta mengikuti yoga di Summer Garden, The Westin Hotel, Nusa Dua.
Di tengah padatnya agenda pertemuan dan diskusi selama hampir tiga hari, aktivitas tersebut menjadi kesempatan untuk menyegarkan pikiran dan menjaga kebugaran tubuh.
Maman mengatakan, rangkaian kegiatan ini sengaja dihadirkan agar peserta memiliki ruang untuk beristirahat sejenak dari aktivitas akademik sekaligus mempererat hubungan dengan mitra internasional.
"Selama hampir tiga hari, kita telah melakukan berbagai diskusi dan komunikasi serta koneksi dengan berbagai mitra dari luar negeri. Kegiatan hari ini diadakan untuk memberikan relaksasi bagi kita semua, sekaligus menyegarkan pikiran dan tubuh," katanya. (gin)
Editor : Inilahkoran

