Merawat Jejak Pajajaran di Rumah Sejarah Bogor

BATU tua menyimpan cerita lama. Kini, Museum Pajajaran bersiap membuka kembali lembar sejarah untuk generasi baru.

Merawat Jejak Pajajaran di Rumah Sejarah Bogor
PUSAT EDUKASI: Kepala Disparbud Kota Bogor, Firdaus memaparkan pengembangan Museum Pajajaran di Aula Museum Pajajaran, Rabu (22/7). Disparbud Kota Bogor siap menjadikan Museum Pajajaran sebagai destinasi wisata sejarah dan pusat edukasi budaya unggulan.

Oleh: Rizki Mauludi

Jejak masa lalu Kerajaan Sunda masih tersimpan di kaki Batutulis. Kini, Museum Pajajaran disiapkan bukan hanya sebagai tempat menyimpan benda bersejarah, tetapi juga ruang belajar bagi generasi mendatang untuk mengenal akar budaya Kota Bogor.

Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) tengah menata ulang Museum Pajajaran agar menjadi destinasi wisata sejarah sekaligus pusat edukasi budaya unggulan.

Kepala Disparbud Kota Bogor Firdaus mengatakan, pengembangan museum merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga warisan sejarah yang menjadi bagian dari perjalanan Kerajaan Sunda.

“Sebagai Museum Pajajaran bagi masyarakat Bogor khususnya dan masyarakat Jawa Barat pada umumnya, sudah menjadi kewajiban kami untuk menjadikan museum ini lebih representatif serta berfungsi sebagai sarana edukasi bagi generasi masa depan,” kata Firdaus di Museum Pajajaran, Rabu (22/7) sore.

Pembenahan museum dilakukan secara bertahap. Langkah awal dimulai dari renovasi cungkup Prasasti Batutulis, penyelenggaraan Pameran Jejak Batutulis bersama Kementerian Kebudayaan, hingga penataan ruang pamer yang kini menghadirkan berbagai koleksi bersejarah.

Saat ini, Museum Pajajaran memiliki 103 koleksi benda bersejarah. Sebanyak 34 koleksi berasal dari bantuan Kementerian Kebudayaan, 19 koleksi milik Pemerintah Kota Bogor, dan 50 koleksi lainnya merupakan kontribusi masyarakat serta para kolektor.

Di antara koleksi yang akan memperkuat daya tarik museum terdapat lukisan asli Bung Karno dan Prabu Siliwangi karya maestro Popo Iskandar, arca peninggalan masa Tarumanegara, golok berukuran besar, hingga tongkat yang diyakini sebagai peninggalan Prabu Siliwangi.

“Sejumlah koleksi terbaru yang memperkaya Museum Pajajaran di antaranya lukisan asli Bung Karno dan Prabu Siliwangi karya maestro Popo Iskandar, arca peninggalan masa Tarumanegara, golok berukuran besar, hingga tongkat yang diyakini sebagai tongkat asli Prabu Siliwangi. Koleksi tersebut nantinya akan ditempatkan secara khusus di Ruang Siliwangi,” jelas Firdaus.

Pengembangan museum tidak berhenti pada penataan koleksi. Dalam jangka pendek, Pemkot Bogor akan memperkuat isi museum melalui kerja sama dengan Keraton Sumedang Larang, termasuk menghadirkan replika pusaka peninggalan Kerajaan Sunda.(gin)


Editor : Inilahkoran