PSEL Kayumanis Buka Lapangan Kerja Baru
Selama bertahun-tahun, sampah menjadi salah satu persoalan besar yang harus dihadapi Kota Bogor.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Rizki Mauludi
INILAH, Bogor - Selama bertahun-tahun, sampah menjadi salah satu persoalan besar yang harus dihadapi Kota Bogor.
Kini, harapan baru muncul dari Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal, melalui pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang diproyeksikan tidak hanya menjadi solusi lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Pembangunan PSEL Kayumanis merupakan bagian dari program strategis nasional yang dirancang untuk mengubah sampah menjadi energi sekaligus mengurangi beban pengelolaan sampah perkotaan.
Bagi warga Kayumanis, kehadiran fasilitas tersebut menjadi peluang baru bagi wilayah mereka. Lurah Kayumanis Johan mengatakan, pembangunan PSEL membawa sejumlah manfaat, mulai dari penanganan sampah hingga potensi penyerapan tenaga kerja.
"Dengan adanya program PSEL di wilayah kami, tentunya akan membawa manfaat besar bagi warga kami. Saat ini, kami masih menunggu realisasi pembangunan PSEL," ungkap Johan, Rabu (22/7).
Sebelum fasilitas tersebut berdiri, sejumlah persiapan masih dilakukan pemerintah. Mulai dari pematangan lahan hingga penyesuaian teknis dengan pembangunan infrastruktur pendukung di sekitar kawasan.
Camat Tanah Sareal Rokib mengatakan, proses di lapangan saat ini masih berfokus pada kesiapan lokasi, termasuk sinkronisasi dengan rencana pembangunan akses jalan tol dan jalur pemboran yang melintasi kawasan tersebut.
"Ya, sampai saat ini kami masih dalam tahap pematangan tanah dan lokasi. Ada beberapa hal yang perlu disinkronisasikan, terutama terkait akses tol baru dan rencana teknis lainnya yang melintasi lahan ini," kata Rokib.
Menurutnya, perubahan fungsi lahan dari kawasan pertanian menjadi lokasi pengolahan sampah merupakan bagian dari penyesuaian tata ruang untuk menjawab kebutuhan Kota Bogor terhadap fasilitas pengelolaan sampah terpadu.
"Tata ruang tentu disesuaikan dengan perkembangan situasi dan kondisi. Saat ini Kota Bogor, bahkan secara nasional, sangat membutuhkan lokasi-lokasi strategis untuk penanganan sampah yang terpadu," katanya.
Selain persoalan lingkungan, PSEL juga membawa harapan terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. Pemerintah memperkirakan kebutuhan tenaga kerja akan muncul sejak tahap pembangunan hingga fasilitas mulai beroperasi.
Rokib menyebut, pemerintah terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar warga memahami manfaat dan tahapan pembangunan fasilitas tersebut.
"Sosialisasi awal telah digelar di beberapa titik, seperti RW 06 dan RW 11, dan rencananya akan dilanjutkan secara masal di tingkat kelurahan. Tentunya warga harus memahami, bagaimana program strategis nasional ini bisa diwujudkan dan terealisasi, sehingga membawa manfaat positif bagi masyarakat dan Kota Bogor," jelas Rokib.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor Setiawati menjelaskan, kawasan PSEL Kayumanis disiapkan di atas lahan seluas 12 hektare. Dari luas tersebut, sekitar 7 hektare akan digunakan untuk fasilitas utama PSEL dan instalasi pengolahan residu Fly Ash Bottom Ash (FABA Plant).
Fasilitas tersebut dirancang mampu mengolah sampah hingga 1.000 ton per hari. Selain menghasilkan energi listrik, PSEL juga akan mengolah residu agar memiliki nilai ekonomi. (gin)
Editor : Inilahkoran

