Mobil Diduga Milik Pejabat Jadi Sasaran Massa yang Demo Tolak Kenaikan Tunjangan DPR
Viral video yang memperlihatkan massa aksi demo menolak kenaikan tunjangan DPR yang merusak mobil diduga milik pejabat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - viral video yang memperlihatkan massa aksi demo menolak kenaikan tunjangan DPR yang merusak mobil diduga milik pejabat.
Aksi demonstrasi menolak kenaikan tunjangan anggota DPR pada Senin 25 Agustus 2025 itu berakhir ricuh di sekitar Gedung DPR/MPR RI, Jakarta.
Kericuhan itu memuncak saat massa merusak sebuah mobil yang melintas di bawah flyover Jalan Gerbang Pemuda, hanya sekitar 500 meter dari gerbang utama kompleks parlemen.
Dalam video yang diunggah di Instagram @fakta.indo, kaca jendela mobil tersebut dihancurkan oleh sejumlah demonstran.
Kendaraan itu diduga milik salah satu anggota dewan. Dalam rekaman yang beredar, terlihat seorang pria berbaju batik yang duduk di kursi tengah segera keluar dan melarikan diri di tengah kemacetan.
Di bagian depan mobil juga tampak seorang pria berseragam PNS cokelat. Meski sempat terjebak di kerumunan, mobil akhirnya berhasil kabur dari lokasi.
Meski demikian, belum diketahui pasti apakah mobil tersebut milik salah satu anggota DPR atau bukan.
Insiden ini menambah panas suasana unjuk rasa yang sejak pagi memprotes fasilitas serta tunjangan fantastis anggota DPR.
Massa menilai kebijakan tersebut tidak adil di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih sulit.
Video itu pun langsung mendapat beragam komentar dari netizen.
"Bukannya mendengarkan rakyat malah kabur pulang cepet," tulis akun hendrixgo.
"Gak ada kapoknya pejabat, ini baru awal loh, klo rakyat udah marah semua bahaya," tulis akun vj_mode.
"Masih belum saadar juga..? masih tetep kekeh dgn kbijakan2 sepihak..? udah sinyal loh ini, bhwa Negara yg kalian pimpin sedang tidak baik2 saja. please.......tubuh sendiri aja klo ada sinyal sakit lsg di obatin, lah ini tubuh negara sdh ada sinyal kok didiemin..??m, tulis akun bironk_hadhi.
Editor : Firda Rachmawati


