Monju-Gasibu Bakal Terintegrasi, Dedi Mulyadi Siapkan Solusi Pasar Tumpah Minggu

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menata ulang kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat (Monju) hingga Gasibu, yang selama ini identik dengan keramaian

Monju-Gasibu Bakal Terintegrasi, Dedi Mulyadi Siapkan Solusi Pasar Tumpah Minggu
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi./INILAHKORAN-Yuliantono

INILAHKORAN.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menata ulang kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat (Monju) hingga Gasibu, yang selama ini identik dengan keramaian, termasuk pasar tumpah setiap Minggu. 

Penataan dilakukan bertahap, dimulai dari pembersihan hingga penyusunan desain kawasan terpadu.

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menegaskan, langkah awal yang dilakukan saat ini adalah memastikan kawasan tersebut bersih dan tertib sebelum masuk ke tahap pengembangan lebih lanjut.

“Yang pertama kita lakukan penataan dan pembersihan, itu aja dulu tahap pertama,” ujar Dedi di Kota Bandung baru-baru ini.

Setelah tahap awal, Pemprov akan menyusun desain kawasan agar Monju terintegrasi dengan Gedung Sate sebagai satu kesatuan ruang publik yang memiliki identitas kuat.

“Kemudian yang berikutnya lagi dibuat desainnya untuk langkah-langkah ke depan agar Monju dengan Gedung Sate satu kesatuan napas,” katanya.

Ia memastikan, ke depan kawasan Gedung Sate, Gasibu, dan Monju akan ditata dalam satu konsep terpadu.

“Iya Gedung Sate-Gasibu-Monju nanti tertata. Dan kita kan sudah ke kawasan Dipatiukur tuh, sudah rapi sudah bersih," ucapnya.

Menurut Dedi, perubahan menuju kawasan yang bersih dan tertata memang tidak selalu diterima semua pihak. Namun ia berharap masyarakat dapat melihat manfaat jangka panjang dari penataan tersebut.

“Ya tentunya kan kebersihan dan kerapihan ini pasti kan ada yang merasa nyaman dengan kebersihan dan ada merasa nyaman dengan kesemrawutan, kan ada. Ya, mudah-mudahan semua orang bisa mengapresiasi," tuturnya.

Terkait aktivitas pasar tumpah setiap Minggu di kawasan Gasibu-Monju, Dedi mengaku belum mengambil keputusan final. Saat ini, Pemprov masih melakukan pendataan terhadap pedagang kaki lima (PKL) yang beraktivitas di lokasi tersebut.

“Kita mau PKL-nya lagi saya identifikasi. Nanti setelah itu akan saya ada langkah tentang PKL yang ada di sana ketika hari Minggu. Hari ini saya identifikasi dulu," katanya.

Ia menegaskan, penataan akan dilakukan secara terukur setelah proses identifikasi selesai, agar kebijakan yang diambil tidak menimbulkan persoalan baru di lapangan.

“Iya, kita identifikasi dulu karena kalau saya ucapin nanti malah ini (muncul polemik baru)," ujarnya.

Langkah penataan kawasan Monju-Gasibu ini menjadi bagian dari strategi besar Pemprov Jawa Barat dalam menata ruang publik di Kota Bandung agar lebih tertib, bersih, dan terintegrasi dengan nilai historis serta estetika kota.***


Editor : JakaPermana