Motif Pembunuhan Tuti Dan Amel Karena Uang Yayasan?
Polisi masih mendalami motif dibalik pembunuhan ibu Tuti Suhartini dan anaknya Amalia Mustika Ratu.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Polisi masih mendalami motif dibalik pembunuhan ibu Tuti Suhartini dan anaknya Amalia Mustika Ratu.
Hingga saat ini, meski sudah ada lima orang tersangka, polisi belum mendapatkan motif pembunuhan ibu dan anak di subang tersebut.
Ada dugaan jika pembunuhan ibu dan anak di subang itu, dikarenakan faktor ekonomi, yang dialami oleh salah seorang tersangka yang, yakni Yosep Hidayah.
Hal itu dikuatkan dengan adanya keterangan dari Kuasa hukum, M Ramdanu alias Danu, Achmad Taufan. Dia Yosep pada 17 Agustus 2021, atau semalam sebelum Tuti dan Amel dihabisi, menemui kliennya Danu. Pertemuan itu dilakukan di warung pecel lele sekitar pukul 21.00 WIB, malam.
Pada pertemuan tersebut, katanya, Yosep melakukan provokasi dengan menceritakan masalah keuangan yayasan yang dikelola oleh korban. Katanya, ada pembagian porsi keuangan yayasan yang tidak adil bahkan terkesan dibatasi oleh korban.
"Di pecel lele Yosep cerita tentang kekesalannya dengan almarhum atau korban bahwa sampai hari ini, dia yang buat yayasan tapi dia tidak dapat, dibatasi keuangan tidak ada penghasilan," terang Achmad Taufan, saat dihubungi, Senin 13 November 2023.
Sementara itu, Direktur Ditreskrimum Polda Jabar Kombes Surawan membenarkan terkait obrolan masalah keuangan yayasan di warung pecel lele tersebut.
"Iya betul ada pembicaraan itu," kata Surawan, saat dihubungi terpisah.
Namun meski membenarkan adanya pertemuan serta obrolan tersebut, penyidik belum dapat menyimpulkan jika, itu yang menjadi motif pembunuhan.
"Memang betul dari pemeriksaan Danu. bahwa Yosep bercerita ke Danu lagi membutuhkan uang. Yang pasti bukan uang untuk kebutuhan sehari-hari," ujarnya.
"Kita lagi dalami kesaksian terbaru Danu untuk menemukan motif kasus ini. Dalam pra rekonstruksi minggu lalu, sudah muncul pembicaraan terkait uang antara Yosep dan Danu di warung pecel lele," pungkasnya. (Cesar Yudistira)
Editor : Ahmad Sayuti

