Namanya Dicatut dalam Pesan Penipuan, Pj Wali Kota Cimahi Pesan Hal ini Kepada Warganya
Penipuan yang mengatasnamakan pejabat kembali terjadi. Bahkan, belum lama ini nama Pj Wali Kota Cimahi Dikdik S Nugrahawan dicatut oleh pihak yang tak bertanggung jawab untuk melakukan aksi penipuan melalui pesan singkat WhatsApp yang beredar di masyarakat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - penipuan yang mengatasnamakan pejabat kembali terjadi. Bahkan, belum lama ini nama Pj Wali Kota Cimahi Dikdik S Nugrahawan dicatut oleh pihak yang tak bertanggung jawab untuk melakukan aksi penipuan melalui pesan singkat WhatsApp yang beredar di masyarakat.
Pesan penipuan yang mencatut identitas Pj Wali Kota Cimahi tersebut viral usai diunggah langsung dalam akun Instagram pribadi milik Dikdik.
Dalam instastory pribadinya, Pj Wali Kota Cimahi Dikdik mengunggah sejumlah slide percakapan WhatsApp.
"Hati-hati penipuan Mengatasnamakan Saya dan Waspada penipuan," tulis Pj Wali Kota Cimahi Dikdik dalam unggahan Instagram pribadinya.
Dalam pesan WhatsApp dengan nomor 085290138159, terlihat foto profil Pj Wali Kota Cimahi berseragam PNS dan tertulis penipuan tersebut meminta bantuan uang untuk pembangunan masjid.
"Betul nama saya dicatut untuk praktik penipuan. Entah orangnya iseng atau bagaimana, tapi tentu itu sangat merugikan saya dan orang lain sebagai korbannya," kata Dikdik.
Menurutnya, penipuan mengatasnamakan dirinya tersebut didapatnya dari masyarakat dan bawahannya di lingkungan Kantor Pemerintahan Kota Cimahi.
"Intinya kan saya tidak mungkin seperti itu. Modusnya itu meminta sejumlah uang untuk pembangunan masjid. Mungkin ada modus lain juga tapi saya nggak tahu ya," tuturnya.
Menyikapi hal itu, ia pun meminta agar masyarakat yang merasa terkoneksi dengan dirinya menggunakan nomor telepon agar tidak serta merta percaya.
Terlebih, sambung dia, jika tujuan pesan yang disampaikan dengan niat meminta sejumlah uang.
"Kasihan masyarakat, mungkin ada yang percaya," ucapnya.
Kendati begitu, kata dia, sampai sekarang belum ada warga yang sampai kirim uang sesuai permintaan penipunya.
"Jadi harap diabaikan saja dan saya pastikan itu bukan saya," tandasnya.*** (agus satia negara)
Editor : Doni Ramdhani


