Jamaah Haji 2022 Asal Lamongan Bawa Palu dan Paku, Langsung Disita Petugas

Petugas Embarkasi Surabaya langsung menyita barang berupa palu dan paku milik jamaah haji 2022 asal Kabupaten Lamongan tersebut.

Jamaah Haji 2022 Asal Lamongan Bawa Palu dan Paku, Langsung Disita Petugas
Ilustrasi/ Jamaah Haji 2022 Asal Lamongan Bawa Palu dan Paku, Langsung Disita Petugas

INILAH KORAN, Bandung – Jamaah haji 2022 asal Kabupaten Lamongan kedapatan membawa palu dan paku yang ditemukan pengecekan sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Petugas Embarkasi Surabaya langsung menyita barang berupa palu dan paku milik jamaah haji 2022 asal Kabupaten Lamongan tersebut.

Hal itu diungkapkan Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya Husnul Maram.

Baca Juga: Profil Ondrej Kudela, Eks Pemain Timnas Ceko yang Dikabarkan Gabung Persija Lengkap Dengan Nilai Transfernya

"Ada barang yang dilarang dibawa, seperti palu, paku, hingga cobek di dalam tas tenteng milik jamaah," ucap Husnul Maram dikutip dari Antara, Rabu 8 Juni 2022.

Barang-barang tersebut ditemukan saat pemeriksaan menggunakan alat deteksi x-ray ketika jamaah akan bertolak dari Asrama Haji Surabaya menuju Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur.

"Mereka jamaah dari Kloter 5 yang berangkat ke Tanah Suci pada Selasa malam, 7 Juni. Ternyata ada yang bawa cobek. Mungkin mau dibuat ngulek sambal di sana," tuturnya.

Baca Juga: Bukan Hanya J-Hope, TXT Bakal Tampil Juga di Festival Musik Lollapalooza

Barang-barang yang disita itu bisa diambil kembali oleh pemiliknya saat kembali dari Tanah Suci di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) daerah setempat.

Bukan hanya paku dan palu, petugas pun menyita cobek dari tas tenteng yang dibawa jamaah haji 2022 asal Kabupaten Lamongan.

"Cobek tidak boleh dibawa di dalam kabin pesawat. Takutnya kan bila ada apa-apa, barang-barang disalahgunakan untuk melempar atau tindakan anarkis lainnya dalam pesawat, kan berbahaya," ujarnya.

Baca Juga: Ridwan Kamil Janji Bakal Tindak Tegas Pelaku Alih Fungsi Lahan Ilegal Bandung Selatan

Temuan-temuan tersebut disita petugas karena dianggap membahayakan penerbangan internasional.

"Jamaah yang ingin membawa gunting dan silet silakan dimasukkan koper bagasi saja. Jangan ditaruh di tas tenteng," kata Husnul Maram.

Dia menjelaskan rombongan Kloter 5 yang memuat 146 calon haji asal Kota Surabaya sebenarnya sudah tertib dalam hal barang-barang bawaannya.

Baca Juga: Enggan Digaji Lebih Rendah, Stefan de Vrij Bakal Tinggalkan Inter Milan

Berdasarkan data dari Kemenag Jatim, untuk Embarkasi Surabaya tahun ini ada 16.967 orang calon haji yang dilayani dan terbagi dalam 38 kloter.

Rinciannya, dari Jawa Timur sebanyak 16.087 orang, Provinsi Bali 318 orang, Provinsi Nusa Tenggara Timur 291 orang, Palembang 119 orang serta petugas kloter sebanyak 152 orang.***


Editor : inilahkoran