Nataru 2025-2026, Disparbud KBB Bakal Perketat Pemeriksaan Wahana Berisiko di Kawasan Lembang
Jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026 yang diprediksi bakal mendatangkan lonjakan kunjungan wisatawan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung Barat (KBB) memperketat pemeriksaan keamanan di berbagai wahana wisata berisiko tinggi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Jelang libur natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026 yang diprediksi bakal mendatangkan lonjakan kunjungan wisatawan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung Barat (KBB) memperketat pemeriksaan keamanan di berbagai wahana wisata berisiko tinggi.
Selain itu, pihaknya bakal menerbitkan surat edaran dan melakukan pemantauan terarah untuk memastikan destinasi aman dan nyaman, serta mencegah insiden seperti yang pernah terjadi di daerah lain.
Kepala Bidang Pariwisata Disparbud KBB, David Oot menjelaskan, pemeriksaan ini merupakan bagian dari pengawasan rutin sekaligus pembinaan bagi pengelola destinasi dalam menghadapi masa libur panjang.
Ia mengungkapkan, aktivitas pemantauan akan berlangsung mulai H-7 natal hingga H+3 tahun baru 2026.
“Pemeriksaan wahana ini adalah bentuk tanggung jawab kami untuk memastikan wisatawan merasa aman," kata David, Kamis 11 Desember 2025.
"Kami fokus pada kawasan yang keramaian, salah satunya kawasan Lembang yang selalu menjadi favorit wisatawan,” ucapnya.
Dikatakan David, pelaksanaan pembinaan dan pengawasan ini tidak sembarangan lantaran mengacu pada Perda Penyelenggaraan Kepariwisataan dan Permenparekraf No. 4 Tahun 2021, yang mewajibkan pelaku usaha pariwisata (terutama yang memiliki wahana berisiko tinggi) melengkapi Standar Operasional Prosedur (SOP) dan menerapkan pengawasan ketat pada operasional.
Oleh karena itu, menekankan pentingnya penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability) sebagai syarat utama bagi destinasi dan pelaku usaha.
“CHSE bukan hanya ceklis, tapi bagian dari upaya memastikan kualitas layanan dan keselamatan pengunjung secara komprehensif,” jelasnya.
Kendati berharap libur Nataru dan liburan panjang sekolah dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Bandung Barat, David menegaskan bahwa keamanan selalu menjadi prioritas utama. Kolaborasi erat dengan pengelola wisata, menurutnya, menjadi kunci keberhasilan upaya ini.
“Pembinaan dan pengawasan adalah tupoksi kami, tapi keberhasilan membutuhkan dukungan semua pihak – dari pengelola sampai wisatawan sendiri yang patuhi aturan," imbuhnya.
"Semoga libur Nataru ini penuh kesenangan dan aman bagi semua,” tambahnya.***
Editor : JakaPermana


