Jelang Libur Lebaran, Disparbud Periksa Wahana di 17 Destinasi yang ada di Bandung Barat 

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung Barat (KBB) melakukan pemeriksaan wahana di 17 destinasi wisata jelang libur lebaran Idulfitri 1446 Hijriah.

Jelang Libur Lebaran, Disparbud Periksa Wahana di 17 Destinasi yang ada di Bandung Barat 
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung Barat (KBB) melakukan pemeriksaan wahana di 17 destinasi wisata jelang libur lebaran Idulfitri 1446 Hijriah.

INILAHKORAN, Ngamprah - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung Barat (KBB) melakukan pemeriksaan wahana di 17 Destinasi wisata jelang libur lebaran Idulfitri 1446 Hijriah.

Kepala Bidang Pariwisata pada Disparbud KBB, David Oot mengatakan, pemeriksaan wahana di beberapa Destinasi wisata di Bandung Barat telah menjadi kegiatan rutin Disparbud.

Apalagi, sambung dia, jelang libur panjang seperti lebaran, Natal dan Tahun Baru (Nataru).

"Beberapa wahana wisata yang diperiksa antara lain Funicular atau kereta kabel di Chanaya Resort dan Cafe, jembatan di Sarae Hill, perahu di Floating Lembang, dan sebagainya," kata David Oot, Selasa 25 Maret 2025.

"Untuk funicular kami periksa dengan monitor validasi bagian perawatan teknisnya," sambungnya.

Secara umum, terang David, kondisi wahana di Destinasi wisata yang ada di Bandung Barat tidak bermasalah. Dengan begitu, siap dikunjungi wisatawan.

Berdasarkan data pada Disparbud KBB terdapat 158 atraksi atau daya tarik wisata. Terdiri dari 91 buah yang berbasis alam, 19 buah wisata berbasis budaya, dan 48 Destinasi buatan..

"Bandung Barat memiliki 306 tempat penginapan dan 258 restoran. Jadi pada prinsipnya kami siap menyambut kedatangan wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia," ujarnya.

David pun mengingatkan seluruh pengelola Destinasi wisata agar selalu memperhatikan faktor aman, nyaman, dan menyenangkan. 

Menurutnya, jika para pengelola bisa menerapkan ketiga faktor tersebut bisa memberikan pengalaman menyenangkan kepada para wisatawan.

"Dengan memberikan pengalaman yang menyenangkan, maka wisatawan bisa melaksanakan kunjungan kedua, ketiga dan seterusnya," tandasnya.*** 


Editor : JakaPermana