Netty Prasetiyani Minta Pemerintah Ubah Konsep Penanganan Stunting
Anggota DPR Netty Prasetiyani meminta kepada pemerintah, untuk mengubah konsep dalam penanganan stunting atau gagal tumbuh pada anak.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Anggota DPR Netty Prasetiyani meminta kepada pemerintah, untuk mengubah konsep dalam penanganan stunting atau gagal tumbuh pada anak.
Netty Prasetiyani mengatakan, sudah seharusnya sudut pandang terhadap stunting diubah. Bukan lagi penurunan, melainkan pencegahan sehingga tidak hanya dapat mengejar target turun 14 persen di 2024. Tetapi mewujudkan Nett Zero stunting, demi mengejar Indonesia Emas 2045.
Sebab diksi penurunan sambung Netty Prasetiyani, hanya berfokus pada penanganan atau pengobatan. Bukan mengupayakan untuk mencegah di hulu, agar kasus stunting tidak lagi terjadi. Serta tentunya sembari menuntaskan persoalan stunting yang masih terjadi saat ini, dimana sekitar 6,3 juta anak masih mengalami gagal tumbuh.
"Dalam rapat kerja dengan Kemenkes. Saya menitipkan pesan untuk mengubah diksi penurunan pada upaya pencegahan stunting baru. Jadi bagaimana caranya kita mencegah di hulu, dengan mengedukasi pasangan calon pengantin, kemudian memperbaiki gizi remaja dan memperbaiki gizi ibu hamil. Ini kelompok yang masuk dalam kategori keluarga berisiko stunting. Harusnya ini menjadi sasaran intervensi pemerintah," ujar Netty Prasetiyani di Kota Bandung, Minggu 3 Desember 2023.
Tidak hanya itu, Wakil Ketua Fraksi PKS DPR ini berharap persoalan ini jangan hanya dijadikan sebatas isu dalam kampanye politik belaka. Melalui program-program yang kadang tidak tepat sasaran, sesuai dengan persoalan saat ini.
"Tidak lagi kemudian memainkan gimmick politik, dengan memberikan makan atau susu tanpa melihat apa akar masalah sebetulnya dari stunting," ucapnya.
Maka dari itu Netty Prasetiyani meyakini, PKS dan pasangan capres-cawapres yang diusung yakni Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) bakal menjadikan stunting sebagai salah satu fokus, melanjutkan tugas pemerintah saat ini dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
"stunting ini bukan hanya persoalan pada periode Pak Jokowi. Boleh jadi Pak Jokowi selesai masih ada PR stunting. Sehingga Pak Anies juga punya visi yang sama, keluarga kemudian menjadi backbone pembangunan Indonesia di masa yang akan datang. Berarti upaya mengarusutamakan keluarga, memberdayakan perempuan, memperkuat peran ayah ini menjadi penting. Sebagai upaya intervensi tidak langsung," pungkasnya.*** (yuliantono)
Editor : Doni Ramdhani

