Di Hadapan Netty Prasetiyani, Dedi Mulyadi Puji Kepemimpinan Mantan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terang-terangan memuji kepemimpinan Mantan Gubernur Ahmad Heryawan, dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) PKS Jabar di Kabupaten Bandung, Minggu 24 Agustus 2025.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terang-terangan memuji kepemimpinan Mantan Gubernur Ahmad Heryawan, dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) PKS Jabar di Kabupaten Bandung, Minggu 24 Agustus 2025.
Dalam sambutannya, di hadapan istri Ahmad Heryawan, Netty Prasetiyani, Dedi mengatakan bahwa mantan Gubernur Jabar dua periode tersebut banyak memberikan kerangka dasar pembangunan di Jawa Barat.
"Kang Aher ini gubernur dua periode, yang banyak meletakkan kerangka dasar, kebutuhan dasar publik. Saya mengaku itu. Banyak bangun SMA, banyak bangun SMK, banyak bangun rumah sakit. Kemudian saya ketika jadi Bupati, saya ingat betul ada acara di Gojong. Pembinaan keluarga berencana. Ibu (Netty) itu paling aktif di Posyandu. Ibu sangat concern terhadap Posyandu. Pembinaan anak-anak. Saya ucapkan terima kasih," ujar Dedi.
Apa yang dilakukan Aher di masa lalu untuk Jawa Barat ini lanjut dia, akan dilanjutkan di era kepemimpinannya saat ini.
"Karena hanya dengan membangun pendidikan yang baik, kesehatan yang baik, layanan infrastruktur yang baik. Insya Allah Jawa Barat akan istimewa," ucapnya.
Termasuk BIJB Kertajati yang dibangun di era kepemimpinan Aher kata Dedi, dimana kini tengah diupayakan Pemprov Jabar untuk berkembang.
Pemprov Jabar imbuh dia, tengah menjajaki pemerintah pusat supaya menjadikan BIJB menjadi sentral industri pertahanan dalam negeri dan kawasan ekonomi khusus.
"Saya sudah bicara dengan Pak Erick Tohir kemarin. Dalam pandangan saya, pindah IPTN itu nanti seharusnya dipusatkan di Kertajati. Angkatan udara dipindahkan ke situ. Sehingga nanti pusat pertahanannya berjalan, komersialnya berjalan. Karena Bandung sudah terlalu sesak untuk industri-industri strategis. Mudah-mudahan ini semua terwujud," harapnya.
Sementara mengenai DPW PKS Jabar, dirinya turut menghaturkan terimakasih karena selalu memberikan kritik yang terarah terhadap kebijakan yang dibuat Pemprov.
"Selalu mengingatkan saya pada apa yang harus menjadi arah kebijakan pembangunan dan yakinlah, bahwa kepemimpinan yang saya miliki tidak punya pastime interest jangka pendek. Saya tidak punya. Saya tidak punya kepemimpinan golongan. Saya tidak punya kepemimpinan elitis. Itu saya buktikan ketika saya jadi gubernur," kata dia.
Bahkan dirinya melepas hak mendapatkan staf ahli maupun tenaga ahli, hingga posisi strategis di BUMD. Dalihnya, supaya lebih sehat karena melakukan apapun secara sendiri.
"Biarkan saya berjalan sendiri. Saya khawatir, kalau menelpon nyuruh ajudan, buka pintu nyuruh ajudan, pakai sepatu nyuruh ajudan. Saya takut stroke suatu saat. Kenapa? Tangan dan otaknya tidak terlalu untuk bergerak. Saya ingin belajar dari Pak Aher yang mengatakan, saya tetap naik vespa agar apa? Agar otak kiri dan otak kanan saya seimbang," ungkapnya.***
Editor : JakaPermana


