Lewat Geotrack, Puluhan Elemen Masyarakat Mendapat Edukasi di Titik KM 16 Sesar Lembang 

Aktivitas seismik yang dipicu Sesar Lembang dalam beberapa waktu ke belakang terus mendapat perhatian serius dari berbagai pihak.

Lewat Geotrack, Puluhan Elemen Masyarakat Mendapat Edukasi di Titik KM 16 Sesar Lembang 
Aktivitas seismik yang dipicu Sesar Lembang dalam beberapa waktu ke belakang terus mendapat perhatian serius dari berbagai pihak.

INILAHKORAN, Ngamprah - Aktivitas seismik yang dipicu Sesar Lembang dalam beberapa waktu ke belakang terus mendapat perhatian serius dari berbagai pihak.

Tak hanya para peneliti, sejumlah komunitas, relawan hingga masyarakat umum juga mulai tertarik untuk mengetahui penjelasan secara langsung terkait keberadaan Sesar Lembang yang bentangnya mencapai 29 kilometer itu.

Seperti kegiatan bertema geotrack yang digelar pada Minggu 24 Agustus 2025 hari ini, puluhan lebih orang berkumpul di kawasan Gunung Batu Lembang atau tepatnya titik kilometer 16 dari Sesar Lembang.

Kegiatan geotrack tersebut dilaksanakan sebagai langkah untuk lebih mengenal lebih dekat tentang Sesar Lembang.

Diketahui, geotrack Sesar Lembang merupakan kegiatan yang diinisiasi oleh BPBD Kota Bandung yang bertujuan untuk memetakan secara komprehensif titik-titik rawan, jalur evakuasi, dan lokasi paling terdampak, guna memperkuat mitigasi bencana.

Dalam pelaksanaanya, para peserta bakal dibawa untuk menyusuri jalur Sesar Lembang yang dipandu oleh petugas dan praktisi, menjadi bagian dari upaya kolaboratif untuk memastikan kesiapan Kota Bandung menghadapi ancaman gempa.

"Melalui kegiatan geotrack ini kami ingin mengedukasi secara langsung di lokasi. Biasanya orang Indonesia itu kalau belum melihat langsung biasanya kurang percaya. Orang ada teroris saja dinonton, gitu ya. Jadi itu poinnya," kata Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Bandung, Didi Ruswandi di Gunung Batu Lembang.

Dalam kegiatan tersebut, ungkap Didi, pihaknya melibatkan sejumlah pihak mulai dari komunitas, relawan, masyarakat umum, hingga peneliti Sesar Lembang dari Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Mudrik Rahmawan Daryono . 

Menurutnya, di geotrack ini para peserta mendengar langsung bagaimana langkah-langkah mitigasi hingga mengenal lebih dalam terkait Sesar Lembang.

"Kami juga ingin mendapatkan penjelasan dari ahlinya, Kang Mudrik. Jadi Kang Mudrik menjelaskan di sini, Sesar Lembang itu kejadiannya seperti apa, fungsinya seperti apa, kemudian kalau ada dampak negatifnya, besarannya berapa," tututrnya.

Didi menilai, ada tren positif di masyarakat terhadap isu-isu Sesar Lembang lantaran kepedulian dan kepekaan masyarakat terhadap kebencanaan terus mengalami peningkatan.

"Ini kita batasi kuota kegiatan, tapi yang ikut lebih banyak, lebih dari 60," ujarnya.

"Selain itu, permintaan untuk edukasi terkait bencana khususnya Sesar Lembang sudah banyak sekali, full satu minggu," tandasnya.***


Editor : JakaPermana