Ngeri...Gara-gara Alami Persekusi, Mahasiswa S2 Cantik Binus Ini Gagal Tiga Mata Kuliah

Jadi korban perundungan dan persekusi, Lirabica mengalami akibat luar biasa. Dia gagal mengikuti ujian tiga mata kuliah.

Ngeri...Gara-gara Alami Persekusi, Mahasiswa S2 Cantik Binus Ini Gagal Tiga Mata Kuliah
Lirabica, mahasiswa S2 Binus, mendatangi Polres Bogor terkait kasus perundungan dan persekusi yang dia alami.

INILAHKORAN, Gunung Putri – Jadi korban perundungan dan persekusi, Lirabica mengalami akibat luar biasa. Dia gagal mengikuti ujian tiga mata kuliah.

Lirabica adalah korban dugaan perundungan atau persekusi yang dilakukan warga Perumahan Kota Wisata, Cluster Den Haag di Desa Nanggrak, Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Lirabica menuturkan, dirinya menjadi korban psikologis atau imateril setelah mengalami perundungan atau persekusi itu. Akibat kejadian tersebut, ia gagal mengikuti ujian tiga mata kuliah. Tak hanya itu, ibunya pun sempat jatuh sakit.

“Tidak hanya gagal ujian tiga mata kuliah, mama saya pun sakit karena memikirkan kasus perundungan yang menimpa anaknya. Saya mohon keadilan, kepada pihak kepolisian,” tutur Lirabica.

Baca Juga: Lirabica, Mahasiswa S2 Cantik Binus Korban Persekusi Ini Datangi Polres Bogor, Ada apa?

Didampingi pengacaranya, Priyagus Widodo dari Ferry Juan & Associates, ia mengantarkan ibu kandungnya untuk bersaksi atas tindakan persekusi maupun intimidasi yang dilakukan oleh preman, yang diduga dibayar oleh oknum warga yang sebelumnya ikut melakukan persekusi.

“Hari ini, ibu saya diminta kembali keterangannya oleh penyidik Sat Reskrim Polres Bogor,” kata Lirabica kepada wartawan, Selasa, 29 Maret 2022.

Menurutnya, pasca terbitnya surat perintah dimulainya penyelidikan (SPDP), dirinya selaku pihak korban, meminta kepolisian segera menetapkan tersangka dalam kasus ini.

Baca Juga: Polisi Sebut Terduga Pelaku Pemerkosaan dan Persekusi di Malang Masih Anak-anak

Mahasiswi Strata 2 di Kampus Bina Nusantara ini menerangkan alasan ia meminta segera menetapkan tersangka. Sebab, dia merasa barang bukti sudah cukup lengkap, sementara para pelaku perundungan masih bebas berkeliaran.

“Awalnya, Sabtu pagi 29 Mei 2020 lalu saya olahraga lari pagi keliling komplek, ternyata di belakang saya, ada beberapa bapak-bapak yang mengikutinya,” cerita Lirabica mengenang peristiwa itu.

Usai olahraga, ketika dirinya ujian online, mereka masuk ke rumah tanpa izin. Empat orang istri dari bapak-bapak tersebut melakukan perundungan atau mengatai dirinya dengan kalimat tidak sopan seperti anjing, setan, p*rek dan l*nt* karena adanya rasa iri, dengki dan cemburu.

Baca Juga: Uhuyyy....Pria Ini Ditangkap di Puncak, Ngaku Polisi Ternyata Gadungan, Hanya untuk Menggaet Wanita

“Senin lusanya, saya pun melaporkan kasus ini ke Sat Reskrim Polres Bogor atas dasar perbuatan tidak menyenangkan,” terangnya. (reza zurifwan)


Editor : inilahkoran