Nikmati Wisata Edukasi dan Simfoni Alam di D'Leuwi Panawuan Garut

Kawasan wisata camping ground dan resto D'Leuwi Panawuan di Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut menjanjikan rekreasi simfoni alam.

Nikmati Wisata Edukasi dan Simfoni Alam di D'Leuwi Panawuan Garut
Suasana di destinasi wisata keluarga untuk camping ground dan resto D'Leuwi Panawuan di Kampung Panawuan Kelurahan Sukajaya Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut.

INILAHKORAN, Garut - Ingin rehat dari kesibukan dan kepenatan kerja atau berlibur bersama keluarga sambil menikmati suasana lingkungan alam dengan ditemani nyanyian alam gemercik aliran sungai serta semilir angin nan sejuk tanpa harus jauh-jauh bertolak ke luar perkotaan?

Berkunjunglah ke kawasan wisata camping ground dan resto D'Leuwi Panawuan di Kampung Panawuan Kelurahan Sukajaya Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut.

Di kawasan terletak di lembah yang persis dilintasi sungai Cikamiri itu, pengunjung dapat menikmati suasana alam yang asri khas Garut.

Baca Juga: Dirilis Kemenag, Ini Jadwal Pemberangkatan Kloter Pertama Jamaah Haji 2022

Gemercik air yang mengalir di antara bebatuan pada aliran sungai Cikamiri yang bermuara pada sungai Cimanuk, semilir angin yang menghembus dedaunan beragam tumbuhan yang memenuhi sepanjang pinggiran sungai, serta kicauan burung liar menjadi simponi alam, menggantikan deru mesin berbagai jenis kendaraan yang memenatkan pendengaran.

Di kawasan wisata edukasi dan keluarga itu, pengunjung dapat menikmati sajian menu makanan dan minuman beragam. Tersedia juga bir peletok yang merupakan minuman tradisional terbuat dari bahan baku aneka rempah yang halal dan menyehatkan.
Sejumlah fasilitas disediakan bagi kenyamanan pengunjung. Semisal tempat berlesehan, mushola, kamar kecil, arena bermain anak-anak, taman bunga serta lainnya yang cocok menjadi spot berswafoto.

Yang tak kalah menarik, camping ground dan resto D'Leuwi Panawuan itu merupakan bagian sejumlah kewirausahaan dikembangkan Pondok Pesantren Tahfidh Qur'an Kuttab Yadul 'Ulya sebagai upayanya mewujudkan kemandirian ekonomi.

Baca Juga: Motor Listrik dari Bogor jadi Kendaraan Ramah Lingkungan Pemprov Aceh

Pimpinan Yayasan Tahfidz Garut M Angga Tirta sempat mengatakan, Yadul ‘Ulya sendiri merupakan lembaga pendidikan pesantren didirikan empat orang berlatar belakang berbeda namun disatukan visi yang sama. Yakni berkeingingan menjadi wahana perbaikan umat melalui pendidikan berbasis al Qur'an. Sebuah pesantren lintas manhaj, komunitas, dan pemikiran.

Dengan dibukanya beragam bisnis dan usaha pesantren, diharapkan dapat menyediakan banyak lapangan pekerjaan serta peluang usaha, baik bagi keluarga pesantren dan sekitarnya maupun umat secara umum.

Kendati tak ada angkutan umum khusus menuju lokasi, D'Leuwi Panawuan sangat mudah dijangkau dengan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Baca Juga: Belasan Sapi di Jonggol yang Terpapar PMK Mulai Membaik

Hanya berjarak sekitar dua kilometer dari Jalan Pembangunan atau sekitar tiga kilometer dari komplek kantor Bupati Garut.
Sayangnya akses jalan menuju D'Leuwi Panawuan dari pertigaan Jalan Pembangunan itu kondisinya cukup memprihatinkan. Selain kecil, juga banyak kerusakan pada badan jalannya di berbagai titik yang membuat pengendara kurang nyaman dan mesti berhati-hati saat melintasinya.

Selain itu, kondisi sungai Cikamirinya tak kurang memprihatinkan karena banyak terdapat beragam sampah. Baik di pinggirannya maupun tersangkut di celah bebatuan. Terbanyak merupakan sampah rumah tangga.

"Suasananya cukup bagus. Enaklah. Sayangnya, di sungainya banyak sampah. Kalau saja sungainya bersih, alangkah lebih bagus lagi," kata Sa'adah (75) pengunjung dari Jakarta yang datang bersama anggota keluarga, Minggu 29 Mei 2022. (Zainulmukhtar)


Editor : inilahkoran