Ogah Tragedi Sampah TPA Leuwigajah Terulang, Ngatiyana Targetkan Cimahi Zero to TPA

Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengimbau untuk meningkatkan perhatian pengelolaan sampah. Dia enggan risiko tragedi TPA Leuwigajah 2005 terulang terulang.

Ogah Tragedi Sampah TPA Leuwigajah Terulang, Ngatiyana Targetkan Cimahi Zero to TPA
Orang nomor satu di Cimahi itu menyebut, Pemkot Cimahi tengah gencar menjalankan program pengelolaan sampah dari sumber dengan tujuan utama yakni Zero to TPA. Nantinya, tidak ada sampah yang perlu dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). (agus satia negara)

INILAHKORAN.ID - Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengimbau untuk meningkatkan perhatian pengelolaan sampah. Dia enggan risiko bencana terulang hingga menimbulkan korban jiwa seperti tragedi TPA Leuwigajah Cirendeu 2005 silam.

Orang nomor satu di Cimahi itu menyebut, Pemkot Cimahi tengah gencar menjalankan program pengelolaan sampah dari sumber dengan tujuan utama yakni Zero to TPA. Nantinya, tidak ada sampah yang perlu dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

"Kota Cimahi menghasilkan sekitar 250 ton sampah per hari. Pengalaman pahit di masa lalu tidak boleh terulang dan menimbulkan korban di wilayah kita," kata Ngatiyana, Senin 23 Februari 2026.

Sedangkan, Direktur Pengurangan sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan/Badan Pengelola Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Agus Rusly mengungkapkan, target nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 mencapai 100 persen sampah terkelola pada tahun 2029, sesuai dengan gerakan Indonesia, Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) yang dicanangkan Presiden.

"Untuk mencapai target tersebut, fokus utama adalah pengelolaan sampah organik dan anorganik. sampah organik bisa diolah menjadi kompos, pupuk organik cair, atau melalui biodigester," jelas Agus.

Dari total 250 ton sampah harian Cimahi, terang Agus, minimal 50 persen diharapkan dapat diolah sebagai sampah organik. Sementara sampah anorganik akan dikelola melalui bank sampah, Tempat Pengelolaan sampah 3R (Reduce, Reuse, Recycle), dan Tempat Pengelolaan sampah Terpadu (TPST) yang ada di kota.

"Secara nasional, Indonesia menghasilkan lebih dari 140.000 ton sampah per hari, namun hanya sekitar 25 persen yang terkelola dengan baik," ucapnya.

Untuk meningkatkan angka tersebut, lanjut Agus, perlu dilakukan optimalisasi fasilitas yang ada, aktivasi fasilitas yang belum beroperasi, serta pembangunan fasilitas baru.

"Kita membutuhkan kerja sama dan komitmen kuat dari semua pihak untuk mewujudkan target 100 persen sampah terkelola dan menjaga keberlanjutan lingkungan untuk generasi mendatang," pungkasnya.


Editor : Doni Ramdhani