Yogi Studio by The Blew: Menjahit Mimpi, Merajut Jejak hingga Mancanegara
Sentuhan bordir dan payet yang dikerjakan dengan ketelitian tinggi mengantarkan Yogi Studio by The Blew melangkah ke pasar global.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Sentuhan bordir dan payet yang dikerjakan dengan ketelitian tinggi mengantarkan Yogi Studio by The Blew melangkah ke pasar global.
Sebuah ruang kerja sederhana di Bandung menjadi saksi lahirnya karya-karya penuh detail dan ketekunan. Deru mesin jahit berpadu dengan tangan-tangan terampil yang merapikan bordir serta menata payet satu per satu.
Dari ruang itulah, mimpi yang dirintis sejak 2017 perlahan tumbuh, hingga akhirnya melintasi batas negara.
Imlek kemarin menjadi penanda penting bagi Yogi Studio by The Blew.
Pada Tahun Kuda Api 2026, jenama fesyen lokal ini tak hanya merayakan pergantian musim dan perayaan, tetapi juga merayakan langkahnya yang kian mantap menembus pasar mancanegara.
Koleksi Imlek 2026 yang mereka luncurkan tampil meriah sekaligus elegan. Detail bordir eksklusif dan sentuhan handmade menjadi kekuatan utama.
Setiap potong busana diproduksi terbatas, menjadikannya bukan sekadar pakaian, melainkan karya yang terasa personal.
“Setiap produk kami dibuat dengan detail dan jumlah terbatas, sehingga pelanggan merasa lebih personal dan tidak khawatir akan kesamaan busana dengan orang lain,” ujar Yogi, pendiri sekaligus penggerak di balik brand tersebut.
Sejak awal berdiri, Yogi Studio memosisikan diri sebagai ruang kreatif independen. Mereka memilih jalur yang tak mudah: kualitas jahitan setara tailor, bukan produksi massal.
Pendekatan itu membuat tiap koleksi memiliki nilai eksklusivitas, sekaligus menjaga identitas brand di tengah derasnya arus tren fesyen cepat.
Momentum Imlek menjadi panggung yang tepat. Selain menghadirkan desain khusus bernuansa perayaan, Yogi Studio juga membuka layanan kustomisasi warna dan ukuran, bahkan untuk kebutuhan busana seragam keluarga.
Ada kehangatan yang ingin dihadirkan, pakaian bukan hanya soal gaya, tetapi juga cerita dan kebersamaan. Langkah mereka tak berhenti pada Imlek. Sekitar 30 desain baru telah disiapkan untuk menyambut Ramadan dan Lebaran.
Bordir dan payet berkualitas tinggi tetap menjadi ciri khas, dirancang untuk menjawab kebutuhan pasar yang menginginkan busana istimewa di momen spesial.
Perjalanan Yogi Studio pun mendapat sorotan dalam program “Cerita Bersama Brand Lokal” yang digagas oleh JNE.
Dalam program itu, Yogi berbagi kisah tentang keberanian memulai usaha, langkah yang dia akui sempat terasa nekat, tetapi dibangun di atas perhitungan dan pemahaman bisnis yang matang.
Keunikan desain dan konsistensi kualitas membawa karya-karya Yogi Studio melanglang buana. Produk mereka telah dikirim ke Italia, Amerika Serikat (New York), Singapura, hingga Malaysia.
Salah satu pencapaian yang mencuri perhatian adalah pengiriman produk ke Italia dengan konsep fashion cycle, memanfaatkan material unik dari taplak meja, yang mendapat apresiasi dari pasar Eropa.
Bagi Yogi, kreativitas saja tak cukup untuk menjaga keberlanjutan bisnis. Dia menekankan pentingnya nilai dasar dalam berusaha.
“Dengan tetap rendah hati, kita akan terus merasa perlu belajar dan berkembang. Kejujuran juga penting, baik dalam mengakui kekurangan produk maupun dalam setiap proses berkarya,” katanya.
Dia juga mengingatkan pelaku usaha muda agar tidak sekadar mengikuti tren atau fenomena fear of missing out (FOMO).
Menurutnya, bisnis harus dibangun dengan tekad kuat, pemahaman, dan strategi yang matang, bukan sekadar ingin terlihat relevan.
Kepala Cabang JNE Bandung, Iyus Rustandi, menilai Yogi Studio menjadi contoh nyata bahwa pelaku usaha daerah memiliki potensi besar untuk bersaing secara global.
Melalui program “Cerita Bersama Brand Lokal”, JNE berupaya memberi ruang bagi UMKM berbagi pengalaman dan inspirasi.
“UMKM seperti Yogi Studio by The Blew menunjukkan produk lokal bisa memiliki daya saing tinggi. JNE berkomitmen mendukung pelaku usaha melalui layanan logistik, edukasi, dan ruang publikasi agar mereka dapat naik kelas,” ujar Iyus.
Sebagai bentuk dukungan, JNE juga menghadirkan promo hemat ongkir untuk setiap pembelian produk Yogi Studio by The Blew pada periode 14 Februari hingga 14 Maret 2026.
Inisiatif ini diharapkan membuka akses pasar yang lebih luas sekaligus mendorong daya saing brand lokal di tengah industri kreatif yang terus bertumbuh.
Editor : Doni Ramdhani

