OJK Sebut Investor Modal di Ciayumajakuning Capai 686 Ribu

OJK Cirebon mencatat jumlah investor pasar modal di Ciayumajakuning mencapai 686 ribu investor pada triwulan II 2026

OJK Sebut Investor Modal di Ciayumajakuning Capai 686 Ribu
Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib (dua dari kiri) saat menghadiri kegiatan jumpa pers bertajuk "Bancakan" di Desa Jagara, Kuningan, Jawa Barat, Rabu (23/9/2026). Antara

INILAHKORAN.ID - Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon mencatat jumlah investor pasar modal di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning) mencapai 686 ribu investor pada triwulan II 2026.

Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib mengatakan, jumlah tersebut mengalami pertumbuhan sekitar 109 persen dibandingkan Juni 2025 yang tercatat sebanyak 328 ribu investor berdasarkan data Single Investor Identification (SID).

“Jumlah SID pada Juni 2026 tercatat sekitar 686 ribu investor, meningkat sangat signifikan dibandingkan Juni 2025 yang berada di level 328 ribu investor,” katanya seperti dikutip dari Antara, Rabu (23/9/2026).

Ia mengatakan jumlah investor pada Juni 2026 juga meningkat 4,91 persen dibandingkan bulan sebelumnya, yang mencapai 654 ribu investor.

Menurut dia, peningkatan jumlah SID tersebut menjadi gambaran semakin luasnya partisipasi masyarakat Ciayumajakuning dalam investasi di pasar modal.

Dari sisi aktivitas, kata dia, akumulasi transaksi saham di Ciayumajakuning pada Juni 2026 mencapai Rp3,66 triliun.

“Nilai transaksi tersebut meningkat 120 persen dibandingkan Juni 2025 yang tercatat Rp1,67 triliun,” katanya.

Agus mengatakan perkembangan jumlah SID sejak Desember 2024 hingga Juni 2026 menunjukkan kecenderungan meningkat, sedangkan nilai transaksi saham bergerak lebih fluktuatif.

“Minat masyarakat untuk menjadi investor terus bertambah, tetapi intensitas transaksi dapat berubah-ubah mengikuti kondisi pasar, sentimen investor, serta peluang investasi yang tersedia,” ujarnya.

Ia menyampaikan perkembangan tersebut perlu diikuti dengan pemahaman masyarakat mengenai investasi, utamanya di sektor pasar modal, agar peningkatan jumlah investor berjalan seiring dengan kemampuan memahami kondisi pasar dan peluang investasi.

Ia mengatakan data Juni 2026 mencatat jumlah investor Ciayumajakuning berkontribusi sekitar 12 persen, terhadap total SID Jawa Barat yang mencapai 5,78 juta investor.

Agus menyebut peningkatan jumlah investor dan aktivitas transaksi secara tahunan, menjadi bagian dari perkembangan akses masyarakat di Ciayumajakuning terhadap pasar modal.

“Pergerakan transaksi secara bulanan menunjukkan aktivitas perdagangan masih berubah-ubah, sehingga masyarakat perlu memperhatikan kondisi pasar dan informasi investasi dalam mengambil keputusan,” ucap dia.


Editor : Ahmad Sayuti