OJK Tasikmalaya Sebut Darurat Pinjol Ilegal dan Investasi Bodong, MBA Tembus Rp4 M
OJK Tasikmalaya mengungkapkan kerugian masyarakat dalam kasus investasi ilegal MBA yang sudah terverifikasi mencapai lebih dari Rp4 miliar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Otoritas Jasa Keuangan OJK Tasikmalaya mengungkapkan kerugian masyarakat dalam kasus investasi ilegal MBA yang sudah terverifikasi mencapai lebih dari Rp4 miliar.
Saat ini, Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati mengatakan kasus tersebut telah memasuki tahap penyidikan Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas Pasti) Jabar.
Dia menuturkan, pihaknya saat ini menangani enam aktivitas ilegal yang telah dikoordinasikan bersama Satgas Pasti Jabar.
“Investasi ilegalnya cukup banyak. Untuk saat ini ada enam aktivitas ilegal yang sudah kami koordinasikan dengan Satgas Pasti Jabar,” kata Nofa, Jumat (22/5/2026).
Menurutnya, Satgas Pasti Jabar terdiri dari OJK, kepolisian, kejaksaan, hingga OJK pusat. Dari sejumlah kasus yang ditangani, salah satunya sudah memasuki tahap penyidikan.
“Yang MBA itu sudah sampai tahap penyidikan. Bahkan kemungkinan bulan ini masuk penetapan tersangka,” ujarnya.
Nofa menjelaskan, modus penipuan MBA dilakukan melalui sistem pembayaran transfer dan overbooking. Karena itu, masyarakat yang merasa menjadi korban diminta segera melapor dengan menyertakan bukti transaksi.
“Masyarakat yang merasa sebagai anggota MBA dan dananya tidak kembali, bisa melapor ke OJK dengan membawa bukti transfer deposit dan bukti hasil yang pernah diterima,” katanya.
Dia menambahkan, proses penghitungan kerugian membutuhkan waktu lantaran tidak semua korban bersedia melapor. OJK pun melakukan verifikasi ketat untuk menghindari klaim palsu.
“Yang sudah terverifikasi saat ini ada 400 orang dengan jumlah kerugian di atas Rp4 miliar. Verifikasi dilakukan berdasarkan jumlah transfer dikurangi hasil yang sudah diterima,” jelasnya.
Sementara itu, jumlah korban yang tercatat mencapai sekitar 2.500 orang. Namun, baru sebagian yang berhasil diverifikasi OJK dan Satgas Pasti Jabar.
Selain penindakan, OJK Tasikmalaya juga terus menggencarkan edukasi literasi keuangan dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari Kodim 0612/Tasikmalaya, penyuluh agama di Tasikmalaya dan Ciamis, hingga Mojang Jajaka.
“Kami ingin masyarakat sadar pentingnya literasi keuangan sejak dini agar tidak mudah tergiur investasi yang tidak jelas,” ucap Nofa.
Editor : Doni Ramdhani

